Hidayatullah.com–Pimpinan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, KH Imam Yahya Mahrus wafat Sabtu (14/01/2012) malam, setelah sempat dirawat di Graha Amerta RSUD dr Soetomo Surabaya.
Arif Nur, salah seorang pengurus pondok pesantren tersebut, Minggu dini hari mengemukakan kabar meninggalnya KH Imam Yahya itu.
“Beliau wafat Sabtu sekitar pukul 20.30 WIB, akibat sakit yang dideritanya. Beliau sejak tahun lalu sudah sering masuk dan keluar rumah sakit. Kalau sakit yang dideritanya, dari informasi yang saya dapat terkena tumor paru, diabetes, dan paru-paru basah,” kata Arif Nur.
Ia juga mengatakan, sejak kabar wafatnya KH Imam Yahya yang merupakan pengasuh dari Pondok Pesantren Al Mahrusiyah tersebut, para santri baik putra maupun putri sudah langsung membacakan doa-doa untuk arwahnya.
“Para santri sudah langsung membaca surat-surat pendek untuk almarhum, dengan harapan semua dosanya diampuni dan dia `khusnul khotimah`,” ucapnya berharap.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menyatakan sangat kehilangan KH Imam Yahya Mahrus yang merupakan salah satu aktivis militan Nahdlatul Ulama.
“Kami merasa sangat kehilangan. Beliau adalah aktivis, pejuang, yang sangat militan. Beliau juga ulama NU,” katanya mengenai sosok KH Imam Yahya.
Said Aqil mendatangi rumah duka sebagai wujud kepedulian dari NU dan penghormatan terakhirnya kepada almarhum.
Ia menyebut KH Imam Yahya adalah sosok yang sangat rendah hati (tawadu’).
“Beliau tidak pernah mau duduk di bangku paling depan, dan selalu duduk di bangku belakang. Bahkan, beliau juga tidak pernah panggil nama saya, justru memanggil dengan sebutan Kang, padahal saya ini adiknya,” ucapnya, dimuat Antara.*