Hidayatullah.com–Rabu (04/04/2012) Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa (DD) melaunching program dakwah korps da’i di ruang auditorium Kementerian Agama Jakarta. Menurut Direktur LPM Dompet Dhuafa, Ahmad Shonhaji tujuan diadakannya program korps da’i Dompet Dhuafa (DD) ini untuk merespon persoalan persoalan keumatan, terutama permasalahan keumatan dalam kebutuhan da’i.
Saat ini menurut Ahmad Shonhaji, tingkat kebutuhan peningkatan spiritual masyarakat semakin tinggi baik diantara masyarakat perkotaan, pedalaman, perkantoran, pengusaha, hingga masyarakat elit.
“Kadang-kadang, mereka bingung kemana mereka mesti mencari da’i yang dapat bersama mereka. Kedua kita juga ingin memiliki semangat keikhlasan dan militansi kedakwahan yang tinggi, da’i sebagai tuntunan bukan sebagai tontonan,” jelas laki laki yang juga ketua Majelis Taklim Nurul Falah di Tangerang ini.
Sebelum diadakannya program ini, LPM Dompet Dhuafa sendiri telah mengadakan beberapa program dakwah komunitas mulai dari pembinaan para narapidana di Lembaga Pemasyarakat, Komunitas Pemulung, Anak – Anak Jalanan, Bimbingan Rohasi Pasien di beberapa rumah sakit hingga komunitas perkantoran dan yang rutin secara regular adalah program layanan mustahik di kantor LPM Dompet Dhuafa di Ciputat Tangerang Selatan.
Menurut Ahmad Shonhaji, kehadiran program korps da’i ini akan lebih memaksimalkan program dakwah komunitas yang sudah berjalan untuk lebih optimal dalam memfasilitasi para da’i untuk lebih dekat dengan permasalahan masyarakat.
“Adanya korps da’I ini kita berharap sebagai Lembaga Zakat, Dompet Dhuafa juga memiliki kaderisasi kaderisasi da’i dari hasil bersinergi dengan lembaga lembaga dakwah yang sudah ada. Baik Nahdlatul Ulama, Muhammdiyah, Dewan Dakwah dan lembaga lembaga dakwah yang lain,” jelasnya lagi.
Ahmad Muhajirillah, SH penanggung jawab dakwah komunitas di Lembaga Pemasyarakatan dari LPM Dompet Dhuafa juga merasa bahwa adanya program korps Da’i ini sebagai sebuah peningkatan dalam kinerja Dompet Dhuafa untuk memperhatikan kebutuhan keagamaan masyarakat.
“Yang Pasti ini sangat bermanfaat. Pada akhirnya program ini akan membuat program dakwah komunitas dari LPM Dompet Dhuafa semakin kuat dan luas menjangkau bukan hanya di lembaga pemasyarakatan tapi juga ke pedalaman daerah” Jelas laki – laki yang asli kelahiran Betawi ini.
Fadhlan Garamatan, salah satu tokoh Majelis Intelektual Dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) yang juga tokoh dakwah Papua sangat menyambut baik program ini. Beliau juga berpesan bahwa para da’i ini harus mengerti bahwa pekerjaan dakwah itu pekerjaan yang bergengsi dihadapan Allah dan paling disukai oleh Allah, dan pekerjaan yang dilakukan setiap hari oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi wassalam.
“Bukan untuk disanjung, tapi murni untuk mencari keridhoan Allah. Dan dakwah tidak boleh dilakukan dengan kontrak atau dengan nilai menuntut imbalan dibelakang itu” Jelas Lelaki yang pernah mengislamkan ketua suku di Papua Irian Jaya ini.
Fadhlan juga menjelaskan agar para da’i mempersiapkan diri dengan 4 bekas sebelum terjun ke lapangan. Yang pertama adalah Ikhlas semata mata mencari keridhoan Allah.
Yang kedua adalah sungguh sungguh dalam menjalani dakwah ini. Yang ketiga adalah sabar, dan yang keempat adalah tawakal kepada Allah.*/thufail