Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Intip Negara Lain, AS Luncurkan Satelit

Ama Farah
Terakhir diupdate:
Ama Farah
Dipublikasikan 5 April 2012 09:12
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika Serikat berhasil meluncurkan sebuah satelit seharga jutaan dolar ke angkasa dari suatu daerah di pinggiran Los Angeles. Namun, pemerintahnya masih menolak untuk berkomentar tentang misi peluncuran rahasia itu, lansir Russia Today, Rabu (04/04/2012).

Sebuah roket Delta IV diluncurkan dari pangkalan udara Vandenberg Air Force di bagian barat California hari Selasa (03/04/2012), sebagai bagian dari misi untuk mendukung kerja National Reconnaissance Office, salah satu dari 16 dinas intelijen Amerika Serikat.

NRO secara rutin mengatur satelit-satelit pengintai dan peralatan ruang angkasa lainnya untuk pemerintah Amerika Serikat. Dan meskipun misi terbaru ini masih tertutup, diperkirakan peluncuran itu adalah untuk mengorbitkan satelit mata-mata AS guna memantau negara lain.

Para analis yang berbicara kepada Associated Press (AP) memperkirakan, roket Delta diluncurkan untuk mengorbitkan satelit canggih berteknologi radar tinggi, yang dapat mengirimkan gambar dengan jelas negara yang diintipnya baik saat malam hari maupun cuaca buruk.

Jim Sponnick, wakil presiden perusahaan kontraktor dan pembuat Delta IV United Launch Alliance, mengucapkan selamat kepada NRO pekan ini atas peluncuran terbarunya, yang disebut Sponnick “sangat penting untuk keamanan dalam negeri.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“ULA bangga telah mendukung misi ini dan mengerahkan kemampuan pentingnya bagi para pria dan wanita yang membela kemerdekaan kita di seluruh dunia,” kata Sponnick dalam rilis persnya.

Meskipun belum ada keterangan dari pemerintah federal, namun menurut pernyataan sepihak ULA, misi itu dirancang sebagai NROL-25 dan “untuk mendukung pertahanan nasional.”

Kepada AP pakar kebijakan ruang angkasa Charles Vick menambahkan bahwa Amerika Serikat beberapa tahun terakhir meningkatkan jumlah peluncuran satelit mata-mata, dan peluncuran Delta IV yang terakhir ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kemampuan intelijen AS.

Meskipun sudah banyak satelit yang diluncurkan, pengorbitan terakhir baru-baru ini bukan misi terakhir. NRO berencana akan melucurkan empat satelit tambahan serupa yang juga bersifat rahasia.

Menurut situs Astonautix, peluncuran sebuah roket Delta IV untuk mengorbitkan satelit memakan biaya sekitar USD250 juta satu tahun lalu. Itu hanya untuk biaya peluncuran dan faktor terkaitnya, belum termasuk harga satelit dan pemeliharaannya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:intelijenold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya All For One, Or One For All
Tulisan selanjutnya Dompet Dhuafa Luncurkan Program Dakwah Korp Da’i

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Berita
13 Juli 2026 06:00
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?