Hidayatullah.com- Mohamad Sohibul Iman, Presiden Partai Keadilan Sejahtera mengatakan bahwa Indonesia harus terbebas dari penistaan agama. Hal itu merupakan salah satu aspek untuk menciptakan rasa aman di negeri ini.
Sohibul, dalam acara Kursus Singkat Ketahanan Nasional (KSKN), menyoroti rendahnya kepercayaan antarmasyarakat di Indonesia dalam konteks Ketahanan Nasional.
Menurutnya, Indonesia masih masuk kategori low trust society dengan kerapnya warga membesarkan perbedaan dalam perkara yang sepele.
Menurutnya, kekuatan national security dalam bentuk peningkatan kekuatan militer sangat penting. Akan tetapi, yang tak kalah penting dalam sistem pertahanan nasional yaitu human security yang kerap diabaikan.
“Human security itu adalah rasa aman yang dirasakan oleh masyarakat. Kita ini masih masuk dalam low trust society sehingga kerap antarelemen bertikai hanya perkara remeh temeh,” jelasnya dalam kursus untuk seluruh anggota Fraksi PKS DPR RI, Ketua-Ketua Fraksi PKS DPRD dan pimpinan DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota dari PKS seluruh Indonesia itu di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat malam sebagaimana rilis partai kepada hidayatullah.com, Sabtu (22/02/2020).
Kursus Singkat Ketahanan Nasional Fraksi PKS sesuai agenda menghadirkan Panglima TNI, Kepala BNPT, Kabareskrim Mabes Polri, Gubernur Lemhanas, dan Pejabat BIN.
Sohibul mengatakan, rakyat Indonesia yang masih masuk kategori low trust society harus mendapatkan 3 kebebasan untuk mencapai human security.
Pertama, sebutnya, freedom of fear, kebebasan dari rasa takut. Rakyat harus merasakan kehidupan sehari-hari aman bagi mereka dan terbebas dari rasa takut. “Ini perjuangan PKS agar masyarakat merasakan keamanan,” sebutnya.
Kedua, freedom of want, yaitu kebebasan manusia untuk melaksanakan kehendak sesuai norma yang berlaku. “Masyarakat ingin pintar, ingin sehat, ingin tenang secara spiritual beragama harus dipenuhi oleh negara,” ujarnya.
Ketiga, freedom of indignity, yaitu kebebasan dari rasa penghinaan, persekusi, perusakan termasuk di dalamnya penistaan terhadap agama dan kepercayaan.
Sohibul meyakini, kalau rakyat terpenuhi kebutuhannya, terpenuhi kebutuhan makan dan kebutuhan lainnya, maka rakyat akan terdepan menjaga Indonesia.*