Hidayatullah.com- – Maju mundurnya sebuah lembaga tergantung bagaimana mengelolanya dan dengan apa lembaga tersebut dikelola. Demikian juga dengan Indonesia sebagai sebuah lembaga besarnya bagi Warga Negara Indonesia yang tinggal di dalamnya. Maka jika Indonesia ingin maju dan berkembang tiada lain harus dikelola dengan baik dan benar. Sementara untuk mengelola dengan baik dan benar tidak cara lain selain dengan syariah.
Demikian diungkapkan Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khathath dalam sebuah diskusi publik Masjid Darul Hikam Kota Bandung, Sabtu (14/4/2012) kemarin. Lebih lanjut Al Khatath mengatakan bahwa untuk menyelamatkan negeri ini dari kehancuran adalah dengan pengekan syariat dalam segala hal.
Artinya sambungnya,tidakak perlu membubarkan NKRInya tetapi bagaimana kita mengupayakan NKRI ini menggunakan hukum-hukum Allah.
“Ini jelas satu hal yang tidak baik. Maka NKRI itu harus NKRI Syariah dan mulai saat ini saya tegaskan untuk segera mewujudkan Presiden Syariah siapapun orangnya,” tegas Al Khatath.
Untuk itu dirinya juga meminta pemerintah tidak perlu lagi phobia dengan menaruh kecurigaan yang berlebihan terhadap umat Islam.Sehingga setiap aad gerakan umat Islam yang mendesak adanya perbaikan dalam segala hal,pemerintah mengganggap itu sebuah gerakan makar yang ingin mengganti NKRI.
“Jangan berlebihan seperti itu,yang umat Islam ingin adalah perubahan sistem.Apa salahnya jika umat Islam menginginkan sistem terbaik ini (syariah) juga di terapkan dalam berbangsa dan bernegara,wajar kan?,” jelasnya.
Senada dengan Al Khathath, Koordinator Aliansi Pergerakan Islam (API) Jabar ,Asep Syarifudin,SH turut menjadi pembiacara mengatakan terkait dengan Indonesia kekinian, pihaknya sudah secara tegas mengatakan jika ingin negara ini aman tentu harus adanya penegakan syariat.
Asep melihat, sistem yang digunakan di negeri ini ternyata tak berhasil mengatasi persoalan yang terjadi.Dirinya berharap saatnya kita mencoba untuk mengelola negara ini dengan syariah. Inilah solusi tepat untuk mengatasi problema yang terjadi di negeri ini.
Sementara disinggung soal gerakan yang dilakukan API selama ini, Asep menampik juga jika gerakan tersebut dinilai dalam rangka mengancam keutuhan bangsa dan hendak membubarkan pemerintahan yang ada.Asep meminta semua pihak bisa melihat dengan jernih dan cerdas,jangan mengalihkan persoalan negara yang tidak mampu mensejahterakan rakyat dengan isu makar.
“Demo-demo yang selama ini kita gerakan adalah dalam rangka memprotes kebijkan pemerintah yang tidak pro rakyat.Demo penolakan pembanguan gedung baru DPRD Jabar dan penolakan kenaikan harga BBM adalah contohnya.Pemerintah jangan mengalihkan masalah yang sebenarnya,”pungkasnya.*