Hidayatullah.com–Hari AIDS sedunia yang jatuh setiap 1 Desember merupakan momen bagi masyarakat di seluruh dunia untuk mengingati adanya virus HIV yang sampai saat ini masih menjadi momok.
Di Indonesia, virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), kali pertama ditemukan di Bali pada tahun 1987 (sumber : Kemenkes RI).
Menurut data yang digambarkan oleh Kementrian Kesehatan RI, hingga tahun 2014 terdapat kecenderungan peningkatan jumlah pengidap HIV dari tahun ke tahun sejak 1987.
Ketua Bidang Perempuan Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (BP PP KAMMI ), dr. Ni Nyoman Indirawati Kusuma mendorong pemerintah untuk memperkuat kampanye anti seks bebas dalam rangka hari AIDS sedunia ini.
“Pada prinsipnya, pemerintah masih kurang serius dalam penanganan permasalahan HIV. Sebagai contoh, program kampanye penggunaan kondom. Pemerintah seharusnya tidak semata melakukan penyebarluasan kondom agar masyarakat aman dalam seks bebas, kondom tidak menjamin masyarakat aman terhadap infeksi HIV jika melakukan seks bebas, tetapi seharusnya pemerintah melakukan kampanye anti seks bebas agar masyarakat benar-benar tidak tertular virus HIV,” ujar Indi.
Selanjutnya, dr. Indi menyampaikan bahwa pemerintah semestinya juga berfokus pada pendeteksian dini pasien HIV di kelompok berisiko. Hal ini menurutnya dilakukan supaya menghalangi penyebaran virus HIV secara lebih luas.
“Pencegahan HIV yang tidak kalah penting lainnya yang harus digalakkan pemerintah yakni dengan langsung terfokus pada kelompok berisiko seperti para WTS (wanita tuna susila), kelompok homoseks (lesbian), agar secepatnya dideteksi dan ditangani sebelum menyebar luas,” papar dr. Indi.
Di samping itu, dr. Indi mengingatkan agar masyarakat tetap bersosialisasi dengan ODHA (orang dengan HIV/AIDS).
“Kita semua mencegah dan memberantas virusnya, bukan orangnya (ODHA). Mereka tetap memiliki hak hidup dan bersosialisasi dengan masyarakat,” urai dr. Indi.
Indi turut menyampaikan kepedulian KAMMI dalam mendorong penuntasan kasus HIV di Indonesia.
“Kasus HIV bukan tidak mungkin dapat tertuntaskan apabila semua pihak baik pemerintah pusat, daerah, LSM, maupun masyarakat luas dapat sama-sama bergerak dan sadar untuk memberantas virus ini bersama utamanya melalui penghindaran dari budaya seks bebas,” pungkas dr. Indi.*