Hidayatullah.com–Masih kurangnya perhatian dan kesadaran pemerintah terhadap ekonomi syariah, diakui oleh Peneliti Junior Bank Indonesia, Ali Sakti, M.Ec., yang saat itu menjadi narasumber “Kajian Ekonomi Islam” di Aula Student Center, UIN Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan.
“Masih sedikit di level pemerintah yang care (peduli) dengan ekonomi syariah. Bagi pemerintah, mau syariah silahkan, mau tidak syariah juga silahkan,” ujar Ali.
Padahal, menurutnya data Non Performance Financing (NPF) sudah menunjukkan bahwa NPF bank syariah secara industri mulai lebih tinggi daripada konvensional.
“Dulu 10 tahun di awal kita lihat TKS kita atau tingkat kesehatan kita baik dilihat dari data NPF tapi sekarang-sekarang NPF Bank Syariah secara industri itu mulai lebih tinggi daripada konvensional atau bank secara umum, makanya itu kita juga sebenarnya membutuhkan ekspand (perluasan/pengembangan),” ujarnya saat diwawancarai oleh hidayatullah.com selepas acara.
Oleh karena itu, ia berharap pemerintah akan sadar dan memberikan perhatian bahwa ekonomi syariah itulah yang akan memberikan nilai positif yang signifikan bagi perekonomian negara dan sistem keuangan di ekonomi syariah jauh lebih stabil dari konvensional.
“Harusnya diberikan kesadaran dari sisi bahwa ekonomi syariah itu akan memberikan nilai positif yang signifikan bagi perekonomian negara dari sisi misalkan bahwa sistem keuangannya jadi lebih stabil dibandingkan konvensional yang kemudian pertumbuhannya akan lebih sustainable dibandingkan konvensional, kalau dipahami secara filosofis oleh pihak negara, negara harusnya mengambil posisi untuk membesarkan ini karena ini punya impact jangka panjang yang lebih dari apa yang saat ini kita lakukan,” tandasnya.*