Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Mantan Korban Sayangkan Siaran Metro TV

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 September 2012 11:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com —Berita Metro TV tentang kegiatan Rohis (Kerohanian Islam) di lembaga pendidikan yang dikaitkan dengan pembibitan benih terorisme masih menimbulkan banyak luka di kalangan Muslim. Setidaknya stigma ini cukup dirasakan Imam Nawawi, salah seorang korban yang pernah dituding sebagai “teroris” saat gencarnya pemberitaan kegiatan keislaman di lembaga-lembaga pendidikan formal yang dikaitkan dengan terorisme. 

Perintis Kelompok Studi Islam (KSI) Loa Kulu yang juga mantan Ketua Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PII), Kutai Kartanegara, Kaltim, ini menilai pemberitaan tersebut akan sangat berdampak buruk pada hubungan umat Islam dengan pemerintah, dan pihak-pihak yang sering mendiskreditkan umat Islam.

“Berita itu juga memperkeruh keadaan. Sama sekali tidak berdampak positif. Kami di Rohis, kami bukan teroris. Oleh karena itu, saya minta pihak Metro TV secara jantan berani meminta maaf tidak saja kepada Rohis tetapi kepada seluruh Ummat Islam Indonesia,” imbuhnya kepada hidayatullah.com.

Seperti diketahui, 5 September 2012, Metro TV menayangkan live dialog di program Metro Hari Ini bersama narasumber Guru Besar Universitas Islam Negeri Jakarta Profesor Bambang Pranowo, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono dan pengamat terorisme Taufik Andri.

Dalam dialog tersebut Profesor Bambang Pranowo menyampaikan hasil penelitiannya bahwa ada lima pola rekrutmen “teroris” muda. Salah satunya melalui ekstrakurikuler di masjid-masjid sekolah. Saat dialog berlangsung, ditayangkan pula info grafik berisi poin-poin lima pola rekrutmen versi Profesor Bambang Pranowo.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Yang juga dinilai tak adil aktivis Rohis dan alumninya adalah back-round yang tampak di layar belakang pengisi acara, di mana gambar bocah Palestina yang terlihat sedang membidikkan senjata. Padahal topik disksusi adalah masalah terorisme.   

Tayangan ini akhirnya menyebabkan keresahan dan kecaman berbagai pihak. Namun Metro TV, hari Sabtu, (15/09/2012) dan hari Senin (17/09/2012) memberikan bantahan dan klarifikasi.

Secara resmi, Pemimpin Redaksi Metro TV, Putra Nababan memberi klarifikasi kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan memastikan tidak pernah memberitakan, apalagi menyebutkan Rohis (Kerohanian Islam) sebagai sarang teroris.

Metro juga mengaku telah menyampaikan penjelasan mengenai soal tersebut melalui akun Twitter, @Metro_TV dan website atau lamannya metrotvnews.com. Bahkan, Metro TV telah menyampaikan permintaan maaf atas tidak tercantumnya sumber informasi pada penayangan info grafis yang menimbulkan persepsi publik yang berbeda-beda.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamold migratepelajaryahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sabra Shatila dalam Kenangan Penyair Gaza
Tulisan selanjutnya Metro TV Klarifikasi pada KPI Terkait Pemberitaan Rohis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?