Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Umat Perlu Pererat Ukhuwah Islamiah dalam Perbedaan Pandangan

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 15 Desember 2012 06:54
Bagikan
Ikhtilaf (perbedaan) merupaakan sumber dari iftiroq, yang mengakibatkan perpecahan
Bagikan

Hidayatullah.com–Perbedaan di dalam Islam itu sudah biasa, karena itu, jika ada perbedaan sebaiknya saling melakukan tabayyun. Demikian disampaikan Zahrodin Fanani, M.PI, Pembina dan Pengajar Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki Surakarta dalam acara seminar nasional di Gedung Convention Hall UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Dalam Islam, istilah perbedaan adalah khilaf. Sedangkan khilaf memiliki perbedaan dengan iftiroq,” ujarnya dalam acara seminar Jumat (14/12/2012).

Zahrodin mengatakan,  khilaf adalah apabila ada dua subyek saling bertentangan. Secara istilah, itu tidak keluar dari isi bahannya dan dikhususkan untuk meteri/term-term amaliyah, yang muncul dari kalangan ulama yakni seperti fikih.

Menurutnya, jika khilaf masuk dalam kaitan akidah, maka namanya iftiroqi yang memiliki permasalahan besar. Jika ada yang berbeda dalam masalah ushuliyah maka muncul pertentangan-pertentangan kuat, ini yang dinamakan iftiroq. Ikhtilaf dalam ibadah kadang juga memunculkan pertentangan, lebih parah jika ada suatu dramatisir dari adanya politik, dan jika adanya fanatisme yang berlebihan, ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, iftiroq memang keluar dari pengertian ahlu as-sunnah wal jama’ah, karena terkait ideologi dalam bidang ushuluddin. Ihktilaf lebih khusus, sedangkan iftiroq lebih umum. Ikhtilaf (perbedaan) merupaakan sumber dari iftiroq, yang mengakibatkan perpecahan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Tidak setiap ikhtilaf itu iftiroq, namun setiap iftiroq adalah berasal dari ikhtilaf, karena iftiroq adalah masalah pokok (ushul dalam agama), ujarnya.

Ia mengatakan, berkaitan dengan iftiroq, terkadang orang teralalu berlebihan/ekstrim dalam menyikapi agamanya. Hal ini bahkan menganggap kafir terhadap orang lain/paham yang tidak selevel dengannya. Padahal agama sendiri memunculkan adanya rukhsah (keringanan) yang tidak bisa dihukumi dengan hukum asal dalam perbedaan. Ia menyayangkan, ada juga motif politik, yang kemudian menjadikan dijadikan pondasi awal yang tidak menerima pendapat orang  lain.

Dari permasalahn ini, ia memberikan sikap terhadap permasalahan ini. Kata Zahrodin, jika ada perbedaan fikih maka legowo (terima) saja. Ulama juga banyak berbeda pendapat, karena ushul fikih-nya juga berbeda dengan ulama yang lainnya. Ia mengutip salah satu pendapat Imam Syafi’i, yakni “pendapatku benar, mungkin ada salahnya. Pendapat orang lain salah, namun mungkin ada benarnya juga,” katanya.

Hadir pula dalam acara tersebut, Badrun Alaina (Pengurus PP GP Anshar). Ia mengatakan, di dalam ormas Nahdhatul Ulama (NU) juga tidak kalah jauh dari prinsip dasar Islam.

“NU mengapresiasi dari ideologinya pesantren Al-Mukmin Ngruki,” ujar Badrun. Ternyata tidak seperti apa yang kebanyakan orang pahami, di pesantren Ngruki itu sangat jelas dan tidak bertentangan dengan pihak lain di negara ini, imbuhnya.

Menurut Badrun, NU sendiri mengikuti paham Ahlu as-sunnah wal jama’ah, dalam ranah kulturisasi. Politik bisa merubah suatu paham, karena terinvensi oleh paham politik tertentu.

“Di ranah kultur, pemahaman NU perlu dibenahi supaya bisa saling menghormati seluruh perbedaan,” kata Badrun.

Sementara itu,  Prof Dr Abdul Munir Mulkan, pengurus Pendidikan Tinggi Muhammadiyah, mengatakan, Muhammadiyah bermaksud mewujudkan agama Islam itu sebagai fungsi produktif.

“Orang Islam semakin cerdas, sehat dan sejahtera,” ujar Munir.

Menanggapi perbedaan ideologi di kalangan umat Islam, ia mengatakan kelompok Islam manapun sebenarnya adalah sama, meski cara penafsirannya saja yang berbeda.

“Tujuannya sama, menggunakan suatu hadits itu juga sama, tapi menafsirkannya berbeda, itu merupakan suatu hal yang biasa. Yang penting mempererat harmonisasi,” ujarnya.

Acara seminar ini dihadiri sekitar 130 peserta baik dari kalangan dosen, mahasiswa, umum dan  pengurus Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ikhtilafKhilafold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hafal Al Quran, Guru Diumrohkan
Tulisan selanjutnya Menlu Israel Avigdor Lieberman Mundur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?