Hidayatullah.com—Dewan Pengurus Harian Keluarga Besar Mahasiswa Minangkabau (KBMM) di Sumbar juga menolak rencana pendirian Rumah Sakit (RS) Siloam di Sumatera Barat (Sumbar). Sebelumnya sebanyak 16 Organisasi massa Islam telah menolak.
“Bahwa dalam kaidah pengambilan hukum bahwa menutup pintu kemungkinan kerusakan lebih didahulukan daripada memperbaiki kerusakan tersebut, “ demikian disampaikan Ketua Umum KBMM, Efri Yunaidi dalam rilis yang dikirim ke redaksi hidayatullah.com, Ahad, (09/06/2013).
Menurut Efri, penolakan tersebut didasarkan adanya keresahan mayarakat Minangkabau terhadap rencana pembangunan RS Siloam yang ditenggarai ada kaitan dengan misionaris yang dikhawatirkan dapat merusak tatanan nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di ranah minang.
KBMM juga membuat empat pernyataan sikap yang ditujukan pada pemerintah.
Pertama, mendesak pemerintah daerah untuk membentuk dewan penasehat investasi daerah yang berisi kan tigo tungku sajarangan sebagaiman yang telah ada semenjak dahulunya di Ranah Minang, agar tidak bertabrakan dengan kearifian local.
Kedua, meminta menghentikan segala rencana pembangunan RS Siloam dan turunannya di Ranah Minang
Ketiga, mendesak pemerintah daerah dan siapapun yang apabila ada/telah menerima “upeti” dari RS.Siloam/Lippo group untuk mengembalikan uang haram tersebut.
Keempat, pemerintah daerah dipilih oleh rakyat untuk melayani kepentingan rakyat, sehingga pemerintah daerah tidak dapat bergerak “ Sakalamak hati” dan mengabaikan tuntutan rakyat.*