Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengemban Syariat Islam di Aceh Belum Memiliki Persepsi Sama

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 11 Juni 2013 16:07 4:07 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 11 Juni 2013 16:07
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Prof Dr Syahrizal Abbas MA mengatakan, para pihak yang selama ini menjadi pengemban syariat Islam belum memiliki persepsi sama tentang langkah dan tahapan pelaksanaannya.

“Akibatnya, sejumlah elemen di Aceh terlihat bertindak sporadis, yang sebenarnya cara-cara seperti ini tidak dibolehkan,” kata Syahrizal saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Dinul Islam di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, Senin (10/6/2013).

Rakor yang dibuka Sekda Aceh Teuku Setia Budi dan diikuti 100 peserta itu mengusung tema “Percepatan Pelaksanaan Dinul Islam melalui Sinergisitas Program dan Kegiatan Antarlembaga Demi Terwujudnya Masyarakat Aceh yang Bermartabat dan Sejahtera”.

Menurut Syahrizal, dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh, selain ada yang bertindak sporadis, juga tidak terkoneksi dengan baik dalam bentuk kesamaan sikap, pandangan, dan tindakan. “Mereka jalan sendiri-sendiri, seperti halnya tindakan dan sikap yang diambil oleh sejumlah komunitas prosyariah lainnya di tengah masyarakat,” ujar Syahrizal, dalam laman Serambi.

Dikatakannya, tindakan mengimplementasikan syariat Islam secara sporadis harus segera diakhiri dengan cara menyamakan persepsi dari seluruh pegiat syariah di Aceh. Penyamaan persepsi, sikap, dan tindakan seluruh pihak di Aceh akan menjadi kunci sukses pelaksanaan syariat Islam di Aceh ke depan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kepala DSI Aceh itu menyebutkan, melalui grand desain yang akan segera dirumuskan, maka tahapan pelaksanaan syariat Islam di Aceh akan menjadi lebih jelas. Semua pihak diharapkan memiliki pemahaman yang sama dan yang lebih penting, dalam penerapan syariat Islam ke depan akan jelas pembagian tugas siapa mengerjakan apa.

“Melalui grand desain yang akan kita rumuskan nantinya insya Allah kita akan dapat mengukur dengan jelas bagaimana wajah syariat Islam di Aceh 5, 10, atau 20 tahun ke depan,” ujar Syahrizal.

Ia tambahkan, pelaksanaan syariat bukan lagi semata-mata kewajiban individual, tetapi telah masuk dalam ranah konstelasi negara. “Karena itu, kesamaan visi dalam pelaksanaannya adalah keniscayaan.”

Dalam konteks inilah, menurut Guru Besar IAIN Ar-Raniry ini, pelaksanaan Rakor Dinul Islam menjadi penting dan strategis. “Kita berharap melalui rakor ini mampu memberikan konstribusi konstruktif serta pemikiran-pemikiran yang bernas dalam rangka penguatan program pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” katanya.

Ia jelaskan, tidak ada halangan berarti dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh. Dari segi legalitas kostitusional, Aceh sangat istimewa karena diberikan otoritas penuh oleh negara melalui UU Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Aceh dan UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Prof Syahrizal mengatakan, penerapan syariat Islam di Aceh berada dalam koridor negara, sehingga pemerintah bertanggung jawab mewujudkan pelaksanaannya. Dalam mewujudkan itu, diperlukan persamaan pandangan dari tiap daerah dalam pelaksanaan syariat. “Agar syariat Islam dapat berjalan dengan baik, kunci kesuksesannya memerlukan komitmen bersama, yaitu dari individu, masyarakat, dan seluruh komponen pemerintah,” demikian Syahrizal.

Usai pembukaan rakor, ditandatangani kesepakatan pelaksanaan syariat Islam secara kafah antara Pemerintah Aceh dengan Kapolda, Kajati, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), Mahkamah Syar’iyah, dan Majelis Adat Aceh (MAA).

“Setelah penandatanganan kesepakatan di tingkat provinsi akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk penandatanganan kesepakatan pelaksanaan syariat Islam di tingkat kabupaten/kota secara berjenjang,” lapor Sekretaris DSI Aceh, Usamah Elmadny.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 172.836 Jamaah Lunasi BPIH
Tulisan selanjutnya Anggota DPR Tantowi Yahya Dkk Kunjungi Knesset

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?