Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Indonesia jadi Sasaran Empuk Pemikiran Peradaban Asing

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Juli 2013 16:41 4:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Juli 2013 16:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Umat Islam Indonesia menghadapi tantangan krisis berbagai bidang. Termasuk politik, ekonomi, budaya dan ilmu. Persoalan makin pelik dan rumit manakala Indonesia menjadi sasaran empuk pemikiran dari peradaban asing.

“Masalah yang di hadapi umat Islam di Indonesia rumit dan pelik,” ujar Ketua MIUMI Pusat, Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi. Menurutnya Indonesia masih akan memiliki wajah yang ruwet. Negaranya ruwet dan manusianya juga ruwet.

“Mau dibilang negara Islam, tapi di sisi lain kita juga disebut sekuler. Yang sekuler, liberal hingga kafir semua ada di Indonesia,” ujarnya Hamid Fahmy dalam acara “Dialog Peran dan Tanggung Jawab Ulama” usai peresmian pengurus Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jawa Timur Ahad (30/06/2013) malam di Hotel Elmi Surabaya.

Menurutnya, serbuan pemahaman yang menyesatkan umat Islam merupakan problem yang harus di hadapi ulama pada saat ini. Hanya saja, sayangnya kebanyakan ulama tidak pernah belajar ilmu peradaban Barat, padahal pemikiran-pemikiran sesat tersebut diimpor dari peradaban Barat.

Untuk itu perlu kerjasama antara ulama dan intelektual untuk menyelesaikan permasalahan ini, karena tidak semua ulama paham persoalan pluralism. Sebab umumnya, intelektual yang pernah belajar ilmu peradaban Barat-lah yang paham dengan konsep tersebut, terangnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Diperlukan kerjasama antara ulama dan intelektual untuk menuntaskan permasalahan umat seperti ini.

“Kaum intelektual tidak perlu minder karena tafaqahu fiddinnnya (ilmu agama) kurang, ulama juga tak perlu malu karena ilmu dunianya kurang, harus saling kerjasama, saling membantu untuk memerangi musuh bersama,” ujar pria yang juga direktur Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) ini.

Sementara Dr. Adian Husaini menegaskan bahwa betapa pentingnya mencetak ulama. Ia heran dengan kebijakan para pendonor dan lembaga donor Muslim yang lebih memprioritaskan pemberian beasiswa kepada anak-anak SD dari pada calon ulama.

”Amerika tidak mau memberikan beasiswa kepada anak SD,” ujarnya.

Karena itu tidak perlu heran banyak anak-anak muda Muslim lulusan pesantren terbaik yang tiba-tiba diambil dan diberi beasiswa S2 dan S3 oleh Negara seperti Amerika namun sekembalinya dari sana mereka ia justru pembawa pemikiran dan peradaban yang menyesatkan umat Islam.*/Samsul Bahri

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Myanmar Berlakukan Jam Malam di Thandwe
Tulisan selanjutnya Presiden Rusia Teken UU Anti-Homoseksual

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?