Hidayatullah.com–Ketua Umum Yayasan Dakwah AQL Islamic Center, Bachtiar Nasir menjelaskan. Bahwa semua usaha dakwah yang pernah ia bangun merupakan aset umat. Tak ada satupun aset dari yayasan-yayasan dakwah tersebut berhak diwarisi keluarganya.
“Keluarga saya tidak berhak mewarisi apapun dari lembaga dakwah yang saya bangun,” jelasnya dalam kegiatan Halal bi Halal AQL Islamic Center hari, Sabtu (24/08/2013).
Kepada jamaah yang menghadiri, Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) juga mengatakan, pentingnya seorang ustad untuk tidak menggabungkan urusan pribadi dan urusan dakwahnya. Lelaki yang juga dikenal dengan panggilan UBN ini mengkritik sikap-sikap da’i yang menjadikan uang amanah, dana wakaf sebagai aset-aset pribadi keluarga.
“Akhirnya banyak ustad mengeluarkan pendapat diatur oleh donatur di belakang,” jelas UBN lagi.
“Saya paling tidak suka diatur-atur sama orang hanya karena dia kaya secara materi,” tambahnya.
UBN mengingatkan bahwa kebangkitan Islam tidak akan ada di atas mental materialisme. Penting untuk melurukan niat dalam membangun Islam.
“Mari bekerja untuk Islam bukan untuk kepentingan pribadi dalam perjuangan dakwah ini,” jelasnya lagi.*