Hidayatullah.com–Salah satu penggerak gerakan Petisi Blok Mahakam Untuk Rakyat (PBMUR), Marwan Batubara mengaku bingung. Di saat kelompok PBMUR terus berjuang agar Blok Mahakam dikembalikan pengelolaannya kepada Pertamina 100%, banyak media mainstream justru mendukung kampanye perusahaan asing yang ingin menguasai Blok minyak terbesar Indonesia itu.
Menurut Marwan, fakta ini sangat ironis. Mengingat Blok Mahakam yang seharusnya dikelola anak bangsa justru 70% kepemilikannya sahamnya justru dikuasai perusahaan Total E&P Indonesie.
“Harusnya media menggerakan opini untuk mengembalikan blok Mahakam kepada anak bangsa bukan justru jadi corong kampanye kepentingan asing,” jelasnya kepada hidayatullah.com saat kegiatan diskusi Blok Mahakam di Jakarta, Rabu (2/10/2013).
Saat ini menurut Marwan, besar kepentingan perpanjangan kontrak antara pemerintah dan perusahaan Total E&P akan dilanjutkan. Total berencana menginvestasikan dana sebesar USD 7,3 Milliar atau senilai lebih dari Rp. 73 Trilyun sebelum 2017.
“Ini berarti bukti pemerintah tidak serius dalam melawan penjajahan model baru dari Amerika ini,” tambahnya lagi.
Marwan mengajak semua pihak untuk membuka mata. Pasalnya, budaya swastanisasi aset sumber daya alam di Indonesia akan sangat berdampak pada masa depan Indonesia. Salah satunya adalah legalisasi pencurian kekayaan alam yang dianggap hal biasa oleh pemerintah.
“Padahal sebenarnya kita mampu mengelola semua itu sendiri,” tegasnya lagi.*