Hidayatullah.com–Saat ini di tengah masyarakat terjadi fenomena kerinduan kepada sosok Presiden Soeharto. Masyarakat rindu akan suasana aman dan sejahtera di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto.
Pakar komunikasi politik dari Universitas Mercu Buana Jakarta, Heri Budianto mengatakan, kerinduan masyarakat pada sosok Presiden RI kedua itu menunjukkan pemerintah yang saat ini berkuasa gagal membawa bangsa ini ke arah yangg lebih baik, sebagaimana yang dicita-citakan dalam reformasi.
“Kegagalan pemerintah tersebut saya melihat dalam tiga hal. Pertama, rasa aman, kedua, soal ekonomi, dan ketiga kesejahteraan dan pendidikan,” jelas Heri kepada hidayatullah.com, Rabu (11/12/2013) sore.
Terkait rasa aman, jelas Heri, masyarakat mengidamkan sama dengan masa Presiden Soeharto, di mana gejolak dapat diredam dan konflik mampu diatasi tanpa melibatkan konflik horizontal yang luas di tengah masyarakat.
Heri melanjutkan, “Kemudian soal ekonomi terkait daya beli dan disparitas kehidupan masyarakat dan elite yang timbang. Saat ini elite mempertontonkan kekayaan, sementara rakyat tetap miskin.”
Soal kesejahteraan dan pendidikan, masyarakat merasakan ketimpangan sosial dan biaya pendidikan yang mahal.
“Ada suatu kerinduan terhadap masa Pak Harto merupakan bentuk protes masyarakat pada kondisi sekarang. Saya melihat pemerintah telah gagal membawa bangsa ini sesuai dengan cita-cita reformasi,” ucapnya.
Kata Heri, bukti lain adalah saat ini pemerintah tidak memiliki Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN), sehingga kemudian muncul ide untuk menggunakan kembali GBHN agar ada kesinambungan dan koordinasi pembangunan pusat dan daerah.
Heri melihat ada beberapa program dan model pembangunan yang pernah ada di zaman Pak Harto, bisa diterapkan saat ini. Salahsatunya GBHN dan model pembangunan berkelanjutan.
“Masyarakat merindukan masa Pak Harto karena saat ini justru kondisi kehidupan semakin terpuruk dan masyarakat jenuh dan kecewa dengan perilaku elite yang justru banyak melakukan korupsi,” tutup Heri.*