Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Penyempitan Khasanah Pemikiran Islam hambat Pembinaan Peradaban

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Januari 2014 09:21 9:21 am
Ahmad
Dipublikasikan 15 Januari 2014 09:21
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Umat Islam saat ini makin kurang mengenal ulama-ulama beserta karyanya. Terutama, kurang mengenal ulama tasawwuf, seperti Hakim al-Tirmidzi, Junaid al-Baghdadi, Abu Abdurrahman al-Sulami dan lain-lain.

Keprihatinan tersebut disampaikan Dr. Ugi Suharto (salah satu pendiri Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization (INSISTS) pada Kajian Ilmah yang diadakan oleh InPAS Surabaya dengan tema “Posisi Hadits dalam Kerangka Pemikiran Islam: Tantangan dan Dinamika” di Gedung Dakwah dan Informasi Hidayatullah Surabaya, Selasa (14/01/2014).

“Siapa yang kenal Abdul Qohir al-Baghdadi, sudah kenal kitabnya al-Farqu Bainal Firaq, kita sudah kenal gak Abu Nu’aim al-Isfahani dan Hakim al-Turmudzi. Siapa mereka”? Tanya Ugi Suharto kepada peserta kajian.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Menurut Ugi, jangankan mengenal mereka, di antara kita bahkan menyesatkan. Dikatakan tasawwuf itu bid’ah, sesat dan lain sebagainya.

“Ini salah satu akibat penyempitan khazanah pemikiran Islam,” terangnya.

Dalam kajian yang dihadiri lebih dari 75 pesert itu, Ugi Suhato dengan tegas menyatakan fenomena penyempitan tersebut merupakan batu sandungan dalam membangun peradaban Islam.

“Salah satu tantangan internal dalam pemikiran Islam adalah munculnya fenomena penciutan atau penyempitan khazanah pemikiran Islam yang luas dan kompleks. Penyempitan pemikiran Islam itu misalnya dikatakan Islam hanya persoalan fikih semata, lalu disemmpitkan lagi bahwa fikih itu hadits, lalu hadits dipersempit lagi hanya hadits shohih saja,” tambahnya.

Pria yang sehari-hari menjadi dosen di University College of Bahrain itu berpendapat, pembangunan peradaban Islam harus dengan mengikuti khazanah, metode dan tradisi para ulama terdahulu.

“Kita tinggal meneruskan. Metode dan tradisi ulama dahulu tidak perlu digugat-gugat lagi”, terang alumni ISTAC Malasysia ini.

“Jika kita hendak membangun peradaban maka kita memerlukan warisan khazanah pengetahuan Islam yang pernah berjaya lama, tapi ketika fenomena penyempitan pemikiran Islam ini berkembang, banyak sekali dari khazanah keilmuan Islam seperti para ulama dan kitab-kitabnya yang terlupakan,” paparnya.

Al Ghazali dianggap sesat

Akibat fenomena penyempitan pemikiran Islam ini pula menyebabkan ulama-ulama besar dan hebat seperti Imam al-Ghazali kerap dijatuhkan otoritasnya.

Ia menyebut kitab Ihya’ Ulumuddin dikatakan mengandung kesesatan serta memuat hadits-hadits palsu.

“Imam al-Ghazali itu memiliki guru-guru hadits berisnad, beliau menguasai hadits. Hanya saja beliau tidak terlalu menonjol dalam bidang hadits. Tapi dibanding kita tidak ada apa-apanya.”

Ugi mengaku sangat prihatin, kita yang tidak punya isnad hadits, lalu mencela Imam al-Ghazali yang memiliki isnad hadits.

“Al-Ghazali dalam kitab Ihya ‘Ulumuddin menjelaskan karakter keilmuan para imam madzhab sebagai seorang yang ‘aabid (ahli ibadah), zaahidan (zuhud), ‘aaliman bi umuri al akhiroh (‘alim dalam ilmu yang terkait dengan akhirat), faaqihan fii masholihul kholqi fid dunya (faqih dalam menetukan mashlahat makhluk di dunia), wa muriidan bi fiqhihi wajhullahi ta’ala (dan hasrat keinginannya dalam berfiqih adalah mengharap ridla Allah semata),” ungkap pria yang pernah menjadi dosen pengampu  “Sejarah dan Metodologi Hadits” di The International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) Malaysia ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Nigeria Resmi Berlakukan Hukuman Penjara Bagi Homoseksual
Tulisan selanjutnya Janganlah Cela Ulama karena Kita Tak Sekelas al Ghazali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?