Hidayatullah.com–Erupsi pertama Gunung Kelud mengakibatkan kerusakan parah di Dusun Lahar Pang Desa Puncu, kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
Hampir seluruh bangunan, meliputi; rumah, sekolah dan masjid rusak berat. Semua atapnya mengalami lubang-lubang akibat semburan batu-batuan sebesar kepal tangan.
Pantuan hidayatullah.com yang datang bersama Baitul Maal Hidayatullah (BMH) dan Tim SAR, jalan akses masuk menuju desa tersebut juga masih dipenuhi batu-batuan dan pasir setinggi 20 cm.
Laporan Wiyono, seorang warga desa Puncu yang berada di radius 7 KM ini dari zona berbahaya ini melaporkan kondisi desanya mengalami kerusakan parah dan belum mendapat bantuan sama sekali.
“Di desa kami belum ada bantuan, rumah, sekolah, dan masjid rusak parah,” ujar Wiyono, kepada hidayatullah.com, Sabtu (15/02/2014).
Meskipun desa ini masuk dalam wilayah yang warganya harus dievakuasi, sampai hari ini masih ditemukan warga yang berada di rumahnya.
Alasan mereka berada di desa tersebut karena mereka masih mau membersihkan rumah dan memberi makan hewan ternak.
Kedatangan BMH dan Tim SAR Hidayatullah yang memberi bantuan kepada masyarakat berupa air mineral, biskuit, roti sisir dan masker kala itu dinilai cukup berarti bagi mereka.
“Kami pun telah mengingatkan warga untuk kembali ke tempat pengungsian karena bahaya awan panas, hujan batu dan debu setiap saat bisa datang,” tutur Makmun, relawan BMH dan Tim SAR Hidayatullah.
Bagi simpatisan dan masyarakat yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang kebutuhan pengungsi Gunung Kelud bisa menghubungi, 081-703507373 atau 031-70216060 (cp Makmun).*