Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Daud Rasyid: Bedanya dengan Rasjidi, Kader Harun Nasution Ribuan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Maret 2014 10:35 10:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Maret 2014 10:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Dibanding Prof Dr Rasjidi, kader-kader tokoh rasionalis, Dr Harun Nasution di UIN/IAIN masih ribuan. Sementara Prof Rasjidi kurang banyak mengkader secara serius.

Demikian diungkapkan pakar hadits lulusan Universitas Al Azhar, Kairo Mesir, Dr Daud Rasyid dalam peluncuran buku “Koreksi Terhadap Dr Harun Nasution” di Perpustakaan Terapung, Universitas Indonesia (UI) belum lama ini.

“Karena memang Rasjidi bukan orang gerakan,”terang nya.

Karena itulah yang menjadikan pemikiran liberal sekuler Harun Nasution kini banyak mewarnai kampus-kampus IAIAN atau UIN.

Dalam acara peluncuran buku yang diadakan kelompok mahasiswa Depok Islamic Study Circle(DISC) UI dan Keluarga Alumni Masjid UI Daud Rasyid  menyebut buku Harun  Nasution “Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya”  yang pertama kali diterbitkan tahun 1975 sebagai buku wajib bagi mahasiswa di seluruh fakultas IAIN saat itu.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Sedangkan buku Rasjidi hanya dicetak dan dipajang di toko-toko buku. Sehingga buku itu habis cetakannya maka menghilang. Sedangkan buku Harun terus dicetak sampai sekarang karena menjadi buku text book,” terang Daud.

Doktor hadits dari Kairo Mesir ini juga menjelaskan bahwa sebenarnya ia mempunyai hubungan baik dengan Harun, saat menjadi rektor IAIN Ciputat saat itu.

Sepulang dari Kairo, Daud Rasyid dibawa Dr Muslim Nasution menghadap Harun. Saat itu ia bertiga berbicara. Saat Muslim Nasution menjelaskan bahwa ia adalah doktor hadits yang baru lulus dari Kairo, Harun merasa welcome dan mempersilakan ia mengajar di IAIN Ciputat.

Namun di saat dirinya mengajar di Pasca Sarjana IAIN Ciputat,  saat itulah terjadi kehebohan. Para mahasiswa Harun yang terbiasa berfikir terbuka dan liberal menilai Daud Rasyid suka menggurui dan mengarahkan kepada satu pendapat.

“Ngisi kuliah paling 15 menit setelah itu diskusi panjang,” terang Daud.

Ketika setahun, mahasiswa-mahasiswa itu tidak betah dengan Daud dan mengadu kepada Harun. Mereka meminta agar mencopotnya dari IAIN  Syarif Hidayatullah Ciputat. Tapi apa reaksi Harun sebaliknya.

“Saya akan mengganti Daud Rasyid kalau ada pengganti doktor hadits. Bisa nggak kamu cari penggantinya,” tegas Harun.
Mahasiswa itu akhirnya menyerah. Hingga Daud terus mengajar di IAIN sampai tiga tahun.

Belajar pada Orientalis

“Pemikiran tanpa gerakan kembang kempis. Gerakan tanpa pemikiran akan salah arah,”tegasnya. Ia juga menyayangkan Prof Rasjidi tidak mengkader serius murid-muridnya. Mungkin karena Rasjidi bukan orang gerakan dan ia adalah seorang ilmuwan. Meski demikian Daud mengakui jasa besar Rasjidi dalam mengoreksi buku Harun Nasution itu.

Daud juga menyayangkan mudahnya mahasiswa Indonesia belajar pada Orientalis.

“Kalau di Mesir, mahasiswa-mahasiswa yang akan belajar ke Barat dipersiapkan dengan matang. Bukan hanya Al-Quran yang di kepala, kitab-kitab pun telah ada di kepala. Sehingga ketika pergi ke Barat, mereka bukan belajar pada Orientalis, tapi mereka mengajari Islam Orientalis. Meskipun secara formal mereka belajar,”tegasnya.

Karena itu Rasjidi dan beberapa sarjana Islam Mesir yang belajar ke Barat, tidak terpengaruh Orientalis bahkan mereka melakukan perlawanan kepada Orientalis.

Pendapat ini diamini oleh Direktur Eksekutif Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), Adnin Armas, MA.

Menurutnya hal senada juga dialami gurunya Prof Dr Mohammad Naquib Alatas.

“Setelah Alatas belajar di Mc Gill, Alatas merasa tidak ada kecocokan dengan Mc Gill kemudian pindah ke SOAS Inggris,”terangnya.

Dan Alatas kukuh terhadap Keislamannya dan bahkan melakukan gerakan yang sistematis melawan Orientalis.

“Kalau Rasjidi malahan bukan belajar di Mc Gill, tapi justru ia mengajar di sana,”terangnya.

Adnin juga mengingatkan bahwa sebenarnya Rasjidi telah menyatakan pada tahun 70-an itu, bahwa buku Harun itu sangat berbahaya.

“Kalau peringatan Rasjidi didengarkan saat itu, mungkin kondisi IAIN tidak seperti sekarang ini. IAIN justru menjadi pusat liberal. Bukan melahirkan para ulama yang berwibawa,”terangnya.

Sementara itu, pembahas lain, Hidayat Achyar, yang juga mantan murid Prof Rasjidi di UI, menjelaskan bahwa sebenarnya Rasjidi juga sangat perhatian terhadap mahasiswa. Ia dan kawan-kawannya, pengurus Masjid Arif Rahman Hakim UI, sering dibina sama Rasjidi.

“Waktu buku Harun ini keluar, Pak Rasjidi memanggil kita dan menjelaskan kesalahan buku itu dalam beberapa pertemuan. Bahkan ia menfotokopi bukunya yang mengoreksi buku Harun itu,”terangnya bangga.

Menurut Hidayat, guru Islam di UI yang berkesan pada dirinya dua orang. Pertama, Prof Othman Raliby dan yang kedua, Prof Rasjidi. Menurutnya pak Rasjidi sering mengisi acara Keislaman di masjid UI saat itu. Perkembangan-perkembangan ieislaman di tanah air sering ditanggapi Rasjidi dalam ceramahnya.

“Ia menanggapi buku Harun, Nurcholish dan Warsito tokoh kebatinan. Tapi yang menanggapi bukunya hanya Warsito, sehingga terjadi perdebatan yang panjang dengan tokoh kebatinan itu,”terangnya.*/ Abu Zidni Taqiyudin

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Harun Nasution
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kisah Para Muhaddits Madzhab Hanafy dan “Ahlul Hadits”
Tulisan selanjutnya Membandingkan Pemikiran Harun Nasution dan HM Rasjidi di IAIN

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?