Hidayatullah.com–Setelah melalui proses perizinan cukup melelahkan, akhirnya tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) berhasil membesuk pasien warga Gaza korban serangan Zionis Israel yang dirawat di Rumah Sakit Al-Hilal Ramsees di Kairo, Mesir.
Dalam rilis ACT yang diterima hidayatullah.com, Selasa (26/8/2014), selain membesuk, tim ACT, Yusnirsyah Sirin dan Sudayat Kosasih, menyalurkan pula bantuan kepada para pasien warga Gaza yang ada di rumah sakit tersebut.
“Bantuan diberikan untuk biaya pengobatan kepada pasien yang mengalami luka-luka berat akibat serangan bom Zionis Israel sejak awal Juli lalu,” ujar Sudayat Kosasih, Senin malam (25/8/2014).
Sudayat Kosasih mengaku tak bisa menahan kesedihannya melihat kondisi para pasien yang jadi korban keganasan militer Zionis Israel tersebut.
“Pada umumnya pasien korban bombardir Israel itu, menderita patah tulang kaki, tangan, pinggul, bahkan sebagian pasien sudah diamputansi,” jelasnya.
Di antara para penerima manfaat bantuan kesehatan adalah Nabil Said (56) yang mengalami cacat kaki kanan dan terpaksa diamputasi, tangan kanan patah, pinggul patah, hampir semua anggota tubuhnya bagian bawah terkena bom. Ia sudah 44 hari dirawat di RS Al Hilal Ramsees, Kairo.
Pasien yang lainnya adalah Isroh (19), Ahmad Hamid (27), Romi (19), Sholah Sahnin (23), dan Hasan Muhammad (25). Rata-rata pasien dirawat di rumah sakit Kairo, karena di Gaza sudah tidak ada rumah sakit yang bisa menampung mereka.
Bahkan rumah sakitnya dibombardir Israel, seperti yang dialami Sholah Sahnin (23) yang saat itu sedang dirawat di RS Syifaul Aqsha yang diserang Israel. Semua keluarganya 8 orang gugur saat kejadian tersebut, termasuk 2 orang anaknya Zuhed (2) dan Maghdi (2). Hanya dia yang selamat.
Kedatangan kunjungan ACT disambut para pasien dan keluarganya yang menunggu di RS dengan ramah dan penuh keakraban.
Hari ini, Selasa, 26 Agustus, tim ACT kembali mengunjungi pasien korban serangan Israel ke Gaza di RS Bank Ahli dan di RS Palestine, Kairo.*