Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Metode Lebih Penting dari Kurikulum, Tapi Guru Jauh Lebih Penting dari Metode

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 19 Desember 2014 04:43 4:43 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 19 Desember 2014 04:42
Bagikan
Dr Mohammad Abduhzen menyampaikan materi pada acara Refleksi Akhir Tahun 2014 IKAPI DKI Jakarta
Bagikan

Hidayatullah.com– Kepala Penelitian dan Pengembangan Persatuan Guru Republik Indonesia (Litbang PGRI), Dr Mohammad Abduhzen mengkritisi sistem pendidikan di Indonesia. Selama ini, katanya, pendidikan diset untuk menghasilkan tenaga kerja.

“Setting (pengaturan) awal pendidikan (sejak) seratus tahun lalu ya itu. Dalam rangka membentuk tenaga kerja. Ingin membuat tenaga pegawai sipil,” ujarnya saat mengisi acara Refleksi Akhir Tahun 2014 Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta di Wisma Antara, Jl Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Akibat sistem itu, katanya, Indonesia kalah bersaing dengan negara lain, seperti Malaysia dan Jepang. Ia membandingkan, pasca terpuruk pada tahun 1945, Jepang langsung bangkit. Salah satunya dengan membuat tim yang berkeliling dunia selama dua tahun, tugasnya mencari sistem pendidikan terbaik bagi negaranya.

Hasilnya, kata Abduhzen, tidak sampai 30 tahun kemudian, Jepang sudah setara dengan negara-negara Eropa.

“Jadi, pendidikan ini sangat penting, sangat menentukan suatu bangsa,” ujarnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ia pun melontarkan sejumlah solusi untuk Indonesia. Misalnya dengan mencari sistem alternatif di luar pendidikan formal. Sebenarnya, menurut dia, sudah banyak gerakan sukarela masyarakat untuk mencerdaskan bangsa, tapi tidak didukung oleh pemerintah.

“Harus berpikir alternatif pemerintah tuh. Jangan hanya mengandalkan sekolah formal,” harapnya di depan ratusan peserta acara termasuk awak hidayatullah.com.

Problem Guru

Abduhzen memaparkan, masalah lain dalam pendidikan di Indonesia adalah kondisi para guru. Ia mengungkap data hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2012, dimana nilai rata-rata guru Indonesia dalam kemampuan menyampaikan materi pelajaran hanya 42.25.

“Jadi di bawah 50. (Hasil UKG) sekarang 47,6, tidak naik. Kalau murid kan (sudah) tidak naik (kelas) itu,” ujarnya agak bergurau.

Ia mengatakan, rendahnya kemampuan guru mengajar berdampak pada rendahnya kemampuan siswa menangkap pelajaran. Ia membeberkan hasil sebuah penelitian dan evaluasi pendidikan pada berbagai negara.

Di situ terungkap, ketika diberi soal yang bobotnya rendah atau mudah dijawab, seperti metode pilihan ganda, anak Indonesia pada posisi terbaik. Tapi, lanjutnya, ketika diberi soal yang memerlukan penalaran, seperti metode esai, anak Indonesia jeblok.

“Jadi memang persoalan anak-anak kita (dalam hal) penalaran. Jadi bukan kurikulum sebenarnya yang (mesti) dipersoalkan, tapi cara guru mengajar. Kurikulum (2013) ini tidak penting direvisi, tapi metodenya. Saya bilang ke Menteri (Pendidikan dan Kebudayaan), nggak usah pusing lah dengan kurikulum itu,” ujarnya.

Abduhzen lantas menceritakan tulisan inspiratif yang pernah dilihatnya di sebuah pesantren. Tulisan berbahasa Arab tersebut dia terjemahkan begini:

“Metode itu lebih penting dari kurikulum.
Tapi guru itu lebih penting dari metode.
Tetapi spirit guru, karakter guru jauh lebih penting dari guru itu sendiri.”
*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:guruindonesiakurikulumPendidikansiswa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gugatan Atas Geert Wilders Terkait Pidato Rasis Anti-Maroko Siap Disidangkan
Tulisan selanjutnya Lapar Hingga Makan Rumput, Imam Al Bukhari Merahasiakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?