Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

PP Muhammadiyah Gelar Diskusi Kebebasan Berekspresi Kasus “Charlie Hebdo”

Ahmad
Terakhir diupdate: 27 Januari 2015 10:05 10:05 am
Ahmad
Dipublikasikan 27 Januari 2015 10:01
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Hari Senin (26/01/2015) kemarin, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar acara Public Discussion on Charlie Hebdo: “Freedom of Speech and Expression is Not Without Limit?” di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

Acara dengan keynote speaker Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, MA tersebut menghadirkan 3 narasumber sekaligus, yaitu Dr. Hidayat Nurwahid (Wakil Ketua MPR RI), Andar Nubowo (Direktur Eksekutif Indostrategi) dan Esti Handayani menggantikan AM Fachir (Wakil Menteri Luar Negeri RI).

Sebagai pembicara pertama Esti Handayani mengatakan masyarakat Indonesia yang sebagian besar umat Islam moderat mengutuk kekerasan yang terjadi dalam kasus Charlie Hebdo (CH) tetapi, masyarakat juga sadar dan tahu bahwa ada sesuatu yang salah dari satir yang sebetulnya merupakan kultur dari Prancis itu sendiri.

“Harusnya CH tahu konteksnya karena satir itu disebarkan secara global yang bisa menimbulkan kontrovesi,” kata Esti.

Menurutnya masyarakat Indonesia sudah memperlihatkan kebesarannya dalam toleransi sebab tidak bereaksi secara hancur-hancuran tetapi bisa lebih elegan setelah peristiwa Charlie Hebdo terjadi.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara itu, Dr. Hidayat Nur Wahid mengatakan bahwa tidak ada sesuatu itu yang tanpa batas. Dunia olah raga saja yang notabene merupakan dunia sportif, lanjut Hidayat, ada juga yang namanya limitasi dalam bereskpresi.

“Olah raga adalah contoh yang paling konkrit,” kata Hidayat.

Saat pemain habis mendapatkan poin, kata Hidayat, penonton bisa bebas berekspresi seperti teriak dan tepuk tangan. Tapi saat pemain memulai serf lagi, penonton pun tenang kembali. Itulah yang disebut berekspresi dalam limitasi.

“Jadi dalam olah raga yang notabene dunia sportif tidak ada yang namanya unlimited dalam berekspresi,” tegas Hidayat.

Menurut Hidayat kasus Charlie Hebdo merupakan sebuah ujian pemaknaan terhadap konsistensi apa yang sudah masyarakat kerjakan sehari-hari seperti limitasi dalam olah raga itu.

“Di mana umat bisa menyikapi segala sesuatu secara proposional, entah antara yang menyebabkan aksi ataupun yang melakukan aksi,” kata Hidayat.

Sementara nara sumber lain, Andar Nubowo mengatakan jika satirisme di Perancis merupakan suatu hal yang lumrah dimaknai sebagai ekspresi demokrasi. Sebab, lanjutnya, satir itu merupakan kultur demokrasi Perancis bahkan pemerintah mendukungnya.

“Tetapi apakah segala sesuatu yang suci disatirkan kepada sesuatu yang konyol bisa disebut dengan kebebasan berekspresi?” kata Andar.

Menurutnya kebebasan itu harus bertanggung jawab dan tidak boleh mensatirkan atau memparodikan tokoh-tokoh yang disucikan oleh suatu umat, seperti Nabi Muhammad.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:MuhammadiyahNabi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Beda Seni di Mata Barat dan Islam (1)
Tulisan selanjutnya Beda Seni di Mata Barat dan Islam (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?