Hidayatullah.com–Adiwarman Karim, pakar ekonomi syariah mengatakan saat ini Indonesia menjadi negara yang masyarakatnya paling banyak menolak riba.
“Penelitian World Bank tahun 2014 disebutkan 1,5 persen penduduk Indonesia menolak bank konvensional karena alasan agama,” ujar Adiwarman saat menjadi narasumber Workshop Jurnalis Ekonomi Syariah di kantor pusat BNI Syariah, Jakarta, Jumat (10/4/2015) siang.
Sementara di Malaysia, masyarakat yang menolak riba sebanyak 0,1 persen, di Kuwait 2,6 persen, Qatar 11, 6 persen, dan Oman 14, 2 persen.
“Meski dari sisi persentase Indonesia pada posisi tengah-tengah, tetapi kalau dilihat dari jumlah penduduk Indonesia maka jumlah penduduk yang menolak riba, bank konvensional sebanyak 3 juta orang,” jelas Adiwarman.
Adiwarman melanjutkan, “Oman yang persentasenya tinggi jumlah penduduknya hanya sekitar 800 ribu jiwa. Indonesia jumlah penduduknya 240 juta jiwa. Tentunya Oman kalah dari Indonesia.”
Menurut Adiwarman, angka ini merupakan potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia.
“Indonesia ini menjadi kue yang diperebutkan perbankan syariah dari berbagai negara. Mereka memperebutkan angka 3 juta jiwa ini,” kata Adiwarman.*