Hidayatullah.com–Gerakan sekularisasi menjadi salah satu musuh terberat umat Islam Indonesia hari ini. Pelan tapi pasti pandangan sekular tersebut mulai masuk dan menguasai berbagai ranah kehidupan kaum muslimin, termasuk di bidang pendidikan.
Hal ini diungkap oleh Dr Adian Husaini menerangkan “Perbandingan Pendidikan Islam dan Barat” di Universitas Ibn Khaldun (UIKA), Bogor.
Menurut Adian, bergesernya tujuan pendidikan menjadi warning buat seluruh orangtua dan pendidik, bahwa sekularisasi pendidikan itu benar-benar nyata di tengah masyarakat.
“Berapa banyak orangtua yang menyekolahkan anaknya dan menganggap sekolah adalah perintah agama,” ungkap Adian dengan nada bertanya.
Menurutnya, tujuan pendidikan yang sudah terinfeksi virus sekularisme, biasanya berpengaruh kepada bahan kurikulum yang dipelajari oleh murid di sekolah.
“Jangan heran, ketika mendapati ada murid bertambah pintar tapi kehilangan adab kepada guru dan orangtuanya,” paparnya menjelaskan.
“Daya nalar dan intelektual murid terus dipacu oleh guru sedang mereka jarang mengasah kecerdasan spritual dan membina akhlaknya.”
Dalam penjelasannya di depan mahasiswa magister pendidikan Islam tersebut, Adian menegaskan peran budaya ilmu yang benar dalam menegakkan peradaban Islam. Sebab sekularisasi pendidikan hanya menjadikan manusia terperangkap dalam faham materialisme.
“Segala urusan diukur dengan cara pandang kebendaan, termasuk persoalan pendidikan. Sadar atau tidak pendidikan mulai berubah menjadi mesin industri yang hanya menghasilkan materi semata,” ucapnya mengingatkan.
Karena itu, ujar Adian, Barat dengan sekularisasi-nya, tak hanya menafikan peran Tuhan dalam persoalan ilmu (sains dan tekonologi), tapi juga sudah merusak seluruh pemikiran dan perilaku manusia bahkan terhadap lingkungan alam.
“Sekularisasi pendidikan ini hanya menjadikan produknya sebagai manusia barbar modern. Seluruhnya menjadi rusak tak terkecuali lingkungan alam,” pungkas Adian mengutip pendapat tokoh pendidikan Melayu, Syed Muhammad Naquib al-Attas tentang kebobrokan peradaban Barat.*/Masykur Abu Jaulah




