Hidayatullah.com — Pakar psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, mengatakan bahwa pandangan yang menilai perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) merupakan kodrat atau takdir adalah keliru dan tidak dapat dibenarkan.
Dia menyebutkan, temuan mutakhir belum lama ini menyimpulkan bahwa pengaruh faktor disposisi atau genetika terhadap homoseksualitas adalah 40 persen.
Berarti, lanjut Reza, masih ada 60 persen lagi, yaitu faktor stimulasi lingkungan yang juga memengaruhi bahkan lebih dominan terhadap pembentukan orientasi seksual menyimpang tersebut.
“Temuan tersebut mematahkan seluruh klaim bahwa menjadi homoseks atau lesbian adalah sesuatu yang terkodratkan (given),” kata Reza dalam obrolan dengan Hidayatullah.com, Jum’at (03/07/2015.
Reza mengutarakan, menjasi homoseksual ternyata lebih ditentukan oleh proses belajar sosial. Dengan demikian, terang dia, siapa pun yang ingin melakukan belajar ulang, bisa menjadi heteroseksual.
“Tidak ada lagi alasan mengada-ada untuk bertahan pada orientasi seks menyimpang,” tegasnya.
Belakangan isu legalisasi LGBT mencuat tidak terkecuali di Indonesia menyusul disahkannya perkawinan sesama jenis di seluruh negara bagian Amerika Serikat.
Kendati umumnya masyarakat Indonesia menolak keras perilaku menyimpang tersebut, namun tetap saja perilaku ini mendapat simpati dari beberapa pihak.
Diantaranya dukungan pada perilaku LGBT itu dari dari seorang pesohor, Sherina Munaf, yang juga anak dari mantan pemain band, Triawan Munaf, yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Ekonomi Kreatif. [BACA: Dinilai Dukung LGBT, Mantan Artis Cilik Sherina Tuai Kecaman]
Sebagaimana diwarta, Mahkamah Agung Amerika Serikat telah memutuskan bahwa perkawinan sesama jenis merupakan hak legal yang berlaku di seluruh penjuru negeri.
Keputusan itu diambil hari Kamis (25/6/2015) lalu lewat pemungutan suara di kalangan hakim agung, dengan hasil tipis 5 mendukung dan 4 menolak.
Teriakan keras sorak-sorai kelompok pendukung homoseksual yang berkemah di luar gedung pengadilan terdengar begitu keputusan diumumkan pada hari Jumat.
[BACA: Mahkamah Agung Legalkan Perkawinan Homoseksual Seantero Amerika Serikat]
Salah seorang dari keramaian itu, Jordan Monaghan, menelepon ibunya lewat telepon genggam.