Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Soal Anggota Polri Gabung ISIS, HAU: Tidak Perlu Dibesar-besarkan

Ahmad
Terakhir diupdate: 10 Juli 2015 14:41 2:41 pm
Ahmad
Dipublikasikan 10 Juli 2015 10:00
Bagikan
Brigadir Syahputra, polisi Jambi yang disebut bergabung dengan ISIS dan tewas di Suriah
Bagikan

Hidayatullah.com- Mengapa anggota Polri bisa kemasukan paham ISIS yang notabene sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai Polri dalam mengedepankan patriotisme dan kewajiban membela negara?

Demikian pertanyaan disampaikan Pemerhati Kontra Terorisme, Harist Abu Ulya menanggapi respon Kapolri terkait Brigadir Syahputra yang diduga bergabung dengan ISIS dan meninggal di Suriah belum lama ini.

“Seorang anggota Polri seiring dengan perjalanan waktu, kemudian ia keluar resmi atau disersi karena sebuah sebab itu wajar,” kata Harist dalam rilisnya kepada hidayatullah.com belum lama ini.

Menurut Harist ada kalanya seorang memilih mundur dari Korp Bayangkara karena soal keyakinan atau nilai-nilai normatif lainnya yang diyakininya dan tidak semata karena masalah ekonomi ataupun moralitas.

Sosok Syahputra, lanjut Harist adalah contoh realitas pergulatan seorang manusia yang mencari nilai yang lebih dianggap mampu memuaskan pikiran, menentramkan batin dan kadang kala nilai baru yang ia temukan tidak kongkruen dengan doktrin-doktrin yang diperolehnya selama pendidikan dan bertugas di Korp Bayangkara.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dan hal ini bisa terjadi kepada siapa saja dan dari korp manapun termasuk dari aparat sipil,” cetus Harist yang juga Direktur CIIA.

Kasus Syahputra menurut Harist tidak perlu dibesar-besarkan dan masyarakat harus proporsional karena di luar kasus ISIS faktanya banyak aparat pemerintah yang kelakuannya juga kontra dengan patriotisme dan doktrin nasionalisme.

“Bahkan para pejabat politik di negeri ini sudah berperilaku opurtunis menjual Indonesia untuk kepentingan asing. Sehingga dampaknya jauh lebih nyata dan lebih besar dibandingkan pilihan pribadi seorang Syahputra,” ungkap Harist.

Harist menegaskan soal bagaimana seorang anggota kepolisian bisa “terkontaminasi” dengan pemikiran-pemikiran yang dianggap radikal, itu bukan hal yang mustahil dan sangat mudah terjadi dengan dunia yang “datar” seperti saat ini.

“Serta dengan tingginya teknologi yang bisa menghubungkan kepada semua orang, di luar interaksi langsung interpersonal dalam beragam momentum,” pungkas Harist.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ISILISISkepolisianpolisi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengunjungi Muslim Long Telenjau
Tulisan selanjutnya Bagaimana Masa Depan LGBT di Indonesia? [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?