Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Inilah Cabang Pertama Pesantren Hidayatullah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 September 2015 09:37 9:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 September 2015 09:37
Bagikan
Tampak salah satu lokal gedung pendidikan Yayasan Pondok Pesatren Hidayatullah Berau, Kalimantan Timur. Dulu tempat ini merupakan semak belukar.
Bagikan

Hidayatullah.com — Hidayatullah akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Balikpapan, Kalimantan Timur, November mendatang. Di usianya yang telah melewati empat dekade, Hidayatullah telah menyebar ke berbagai penjuru nusantara, dari Aceh hingga Merauke.

Hidayatullah kini telah hadir ke berbagai titik di Indonesia dengan ratusan pondok pesantren, panti layanan sosial, serta badan dan amal usahanya. Nah tahukah Anda dimana cabang Hidayatullah pertama kali berdiri setelah kampus Hidayatullah Gunung Tembak?

Cabang pertama Hidayatullah setelah Kampus Gunung Tembak berdiri adalah Berau. Berau adalah sebuah kabupaten seluas 34.127,47 km² di Kalimantan Timur.

Sejak dulu kota ini masyhur dengan budidaya tambak dan beranekaragam kekayaan maritimnya ini. Konon Kabupaten Berau berasal dari Kesultanan Berau yang didirikan sekitar abad ke-14.

Cikal bakal berdirinya cabang Hidayatullah di Berau ini diawali pertama kali oleh Almarhum Ustadz Amin Bachrun yang merupakan kader senior Hidayatullah gemblengan langsung Abdullah Said.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Setelah “pintu masuk” dibuka, pendiri Hidayatullah Abdullah Said segera menugaskan kader lainnya yaitu Soewardhany Soekarno dan Darul Ihsan Arief. Soewardhany Soekarno bersama Darul Ihsan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.

Ustadz Abdullah Said lalu segera membentuk pengurus, Darul Ihsan yang disepakati menjadi ketua, dengan pertimbangan Darul Ihsan Arief sebagai anak daerah mungkin mudah meraih simpati.

Soewardhany Soekarno menempati sebuah rumah dekat mushalla Al-Ihsan di Kampung Pembangunan. Darul Ihsan yang masih lajang tinggal sementara di rumah kakak iparnya, Guru Asmuni, seorang Kepala Sekolah SD.

Setelah terbentuk pengurus Pondok Pesantren pada bulan September 1977, dengan tidak berfikir panjang Seowardhany Soekarno dan Darul Ihsan Arief segera membuat papan nama.

Kendatipun banyak yang mengusulkan agar papan nama yang dibuat mencantumkan kata persiapan sebelum kata-kata Pondok Pesantren Al-Ihsan. Yang terjadi akhirnya dibuat papan nama bertuliskan: Pondok Pesantren Al-Ihsan – Kabupaten Berau. Inilah cabang pertama Pondok Pesantren Hidayatullah.

Seterusnya Soewardhany Soekarno yang telah menikah dengan Iis Nurjannah bersamaan dengan pernikahan Muhammad Yusuf Suradji dengan Shofiyah Kamil pada 13 Maret 1977 ke Balikpapan menjemput istri, lalu pindah ke rumah yang dibangun dengan ukuran 4m x 6m disamping mushalla.

Kedatangannya didampingi oleh Syamsu Rijal Aswien, putra Berau dari Tali Sayan dan Mukhdar Al-Bansyir, turunan Arab dari Bulongan. Keempatnya menggunakan pesawat dengan tarif Rp 25.000,-perorang.

Pengurus Pondok Pesantren Al-Ihsan giat mengupayakan agar pesantren ini jangan sekedar nama tapi betul-betul eksis. Apalagi setelah terpasang papan nama di depan Mushalla Al-Ihsan yang cukup menantang.

Pak Sukeni Dahlan sebagai orang yang punya kedudukan dipemerintahan sebagai Kepala Pajak Kabupaten Berau, mencoba mengadakan pendekatan kepada Bupati Kabupaten Berau yang pada waktu itu dijabat oleh Pak Masdar Jhon, BA untuk meminta tanah milik negara seluas 11 Ha yang terletak di kampung Pembangunan.

Permohonan yang diajukan Pak Sukeni berhasil. Maka resmilah pesantren ini memiliki tanah seluas 11 Ha ditambah dengan pemberian Pak Damat yang diambil dari pembagian tanah warisan dari orang tuanya (H.Jatman), seluas kurang lebih 1,5 Ha.

Soewardhany Soekarno selama di Berau sudah menjelajah sampai di Biduk-Biduk dan Tali Sayan. Orang tua Syamsu Rijal Aswin, Pak Aswin, seorang turunan Cina, yang menjadi Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Tali Sayan cukup banyak membantu petugas dari Hidayatullah ini melancarkan da’wahnya.

Santri-santri putri awal yang dibina Darul Ihsan di Mushalla Al-Ihsan adalah Murid-murid yang belajar ngaji pada Pak Sugeng, adik kandung Pak Sukeni, itulah yang dijadikan modal pertama sebagai santri Pondok Pesantren Al-Ihsan. Diantaranya: Wahyuningsih, Nurti’ah, Masro’ah, Marikem, Budiyah, Lastri, Nani, Rita Sahara, Nurwahidah Yunus. Anak-anak putra adalah: Muhammad Thoha, Khairoji, Misman, Misran, Subandi, Darto, Makmun, Jamil.

Soewardhany Soekarno akhirnya ditarik ke Balikpapan untuk ditugaskan di tempat lain. Setelah pembinaan berlangsung 2 tahun Darul Ihsan juga ditarik ke Balikpapan (1979), pada saat tanah pemberian Pemda baru sebagian kecil yang tersentuh.

Ustadz Amin Bachrun ditugaskan kembali ke Berau. Tanah yang memadai luasnya itu, disarankan Pak Sukeni agar ditanami padi. Kalau padinya sudah berhasil baru kita mencari santri, karena sudah ada yang dimakan.

Ustadz Amin Bachrun menyampaikan pendapat yang berbeda bahwa, “Yang bagus, Pak, kita cari dulu murid, nanti mereka yang tanami padi. Akan nikmat mereka makan kalau dari hasil karyanya sendiri, sekaligus mendidik anak-anak untuk biasa bekerja yang dapat menumbuhkan dalam dirinya rasa percaya diri, tidak cengeng”.

Akhirnya tanah pemberian pemerintah itu dimasuki Ustadz Amin Bachrun. Awalnya menempati rumah bekas Darul Ihsan kemudian pindah ke rumah yang baru dibuat berukuran 6Mx8M.

Bahan-bahan banguna tersebut dari kayu yang diambil dari bongkaran Mesjid Raya Berau. Untuk menambah bangunan rumah di kampus, Syahrul Arief mengangkut rumahnya yang ada di Kampung Sukan ke kampus ini.

Anak-anak remaja yang berkiprah di kampus membantu Ustadz Amin Bachrun merintis rumput dan semak-semak, membantu membuat bangunan, menggarap tanah untuk ditanami padi, singkong dan sayur-sayuran adalah : Muhammad Thoha, Khairoji, Jamal DM, Eronsyah Hasbullah, Abdul Aziz, Abdul Kahar, Jamal dan Makmun.

Saat awal-awal perlangkahan Hidayatullah di Berau, kegiatan menanam tanaman-tanaman jangka pendek digalakkan karena pencarian dana dan sumbangan keluar belum dilakukan. Pembinaan ke dalam untuk pengkaderan menjadi prioritas utama.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HidayatullahMunasSejarah Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 5 Langkah ini Bisa Dilakukan Rakyat Indonesia untuk Al-Aqsha
Tulisan selanjutnya Bagian Hewan Sembelihan yang Haram Dimakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?