Hidayatullah.com- Kondisi di Suriah saat ini dinilai makin rumit. Peperangan yang terjadi sudah bukan lagi berhadapan antara dua belah pihak melainkan sudah multi-pihak (banyak pihak,red).
Demikian pernyataan disampaikan Ketua Komisi I FPKS DPR RI, Mahfudz Siddik menanggapi kasus serangan yang dilakukan Rusia terhadap Suriah, kepada hidayatullah.com, Sabtu (03/10/2015) siang.
Kalau secara prinsip Mahfudz berpandangan bahwa segala keterlibatan dan intervensi militer negara manapun terhadap Suriah itu harus dicegah. Dan juga tidak boleh membiarkan rezim yang berkuasa sekarang ini yakni Basar Assad menggunakan kekuasaan militernya untuk memerangi rakyat sipil yang menentangnya.
“Jadi perlu ada sebuah formula solusi yang mengarah kepada perdamaian semua pihak yang bersengketa di Suriah,” kata Mahfudz.
Mahfudz menambahkan bahwa sebagai negara Muslim terbesar di dunia, seharusnya Indonesia bisa memainkan peran yang lebih kuat lagi dalam memberikan resolusi konflik di Suriah. Apalagi, Indonesia itu mempunyai pengalaman yang cukup panjang dalam resolusi konflik.
“Cuma, saya juga memahami bahwa peta konflik di Suriah ini tidak mudah dan juga melibatkan kekuatan-kekuatan negara di sekitarnya,” ujarnya.
Namun, terlepas dari itu semua menurut Mahfudz perhatian Indonesia bukan hanya difokuskan kepada bagaimana melindungi warga negara muslim yang ada di Suriah tetapi juga mengambil infisiatif untuk melakukan mediasi dalam rangka resolusi konflik tersebut.*