Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

“Hafal Pancasila Belum Tentu Pancasilais”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Oktober 2015 18:29 6:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Oktober 2015 04:23
Bagikan
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Mahyudin
Bagikan

Hidayatullah.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Mahyudin, menegaskan orang yang menghafal luar kepala isi Pancasila belum tentu sosok pancasilais.

Keterangan Mahyudin tersebut menanggapi pertanyaan salah seorang audien dalam acara kunjungan organisasi Syabab Hidayatullah di kantornya. Salah seorang sempat menanyakan  seringnya pondok pesantren dikaitkan dengan radikalisme dan label tidak pancasilais.

Mahyudin menilai, secara tekstual pesantren mungkin dianggap kurang mengajarkan Pancasila karena dari pengalaman dirinya masuk di beberapa pesantren memang banyak santri-santri Pancasila pun tidak hafal.

“Tapi itu bukan berarti mereka tidak Pancasilais karena Pancasila itu senditi digali dari falsafah bangsa Indonesia sendiri. Falsafah itu diantaranya hidup rukun, toleransi, dan beragama. Jadi jauh hari sebelum Indonesia merdeka, kita sudah beragama. Jauh hari sebelum Indonesia merdeka, Islam sudah kuat,” imbuhnya.

Lanjut dia, maka diambil dan disaring dari situlah, para bapak bangsa kemudian menggagas Pancasila dengan menggali nilai-nilai yang terkandung di dalam budaya masyarakat Indonesia agar bisa mengakomodir semua kepentingan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Itulah maka lahirlah Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa ini,” ujarnya.

Mahyudin menegaskan dirinya tidak sependapat jika dikatakan pesantren tidak pancasilais. Jutru pesantren adalah pelaku Pancasila. Masalah belum mengajarkan butir-butir secara mendalam, itu soal lain.

“Semangat Pancasila ini lahir dari orang beragama, bukan lahir dari orang sekuler. Makanya dalam Pancasila, sila pertama ditempatkan Ketuhanan yang Maha Esa,” imbuh fungsionaris DPP Golkar ini.

Namun, ia mengingatkan, tentu ada pihak-pihak yang berusaha merongoring nilai-nilai falsafah Pancasila karena tidak mau melihat bangsa Indonesia bersatu, PKI misalnya. Sehingga, menurutnya, urusan maaf atau tidak memaafkan PKI itu sudah close.

“Tidak ada maaf, selesai urusan. Bangsa ini tidak usah lagi mikirin masalah tetek bengek masa lampau. Kalau pikirin masa lampau, nanti orang dapat teteknya, kita dapat bengeknya. Percuma. Jadi sudahlah,” selorohnya dengan mimik serius.

Dalam kesempatan tersebut Mahyudin mengatakan pihaknya menyambut baik inisiasi Pemuda Hidayatullah untuk turut mensosialisasikan empat pilar kebangsaan.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ajaran Pancasilaideologi pancasilaSyabab Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Koalisi Rakyat Bersatu Ungkap Kebohongan Industri Rokok di Indonesia
Tulisan selanjutnya Pernyataan Kretek Adalah Warisan Budaya Dinilai Keliru

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?