Hidayatullah.com – Menyongsong Kongres Beli Indonesia 2016 di Jakarta, Gerakan Beli Indonesia mengadakan Apel Siaga yang dilaksanakan serentak di berbagai titik di seluruh Indonesia pada Ahad, (25/10/2015).
Aksi apel siaga ini juga dimaksudkan untuk menyiarkan kepada masyarakat mengenai beberapa konsep dari gerakan Beli Indonesia ini.
“Ada tiga agenda yang dibawa oleh GBI, yaitu membeli bukan karena harga juga bukan karena kualitas, tetapi karena milik bangsa sendiri. Membela martabat bangsa Indonesia. Juga untuk membangun semangat persaudaraan,” jelas Choirul, Koordinator GBI wilayah Jatim, Bali dan Nusa Tenggara.
Selain itu, pada aksi ini para kader gerakan Beli Indonesia juga memaparkan langkah-langkah strategis menghadapi krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia.
Di Surabaya sendiri, ujar Choirul, aksi apel siaga ini diikuti oleh sekitar 200 kader gerakan Beli Indonesia.
“Ada sekitar 200 orang yang mengadakan sosialisasi dengan diantaranya membagikan stiker dan leaflet yang berisi cara-cara mengatasi pelemahan ekonomi, khususnya untuk UMKM,” paparnya.
Dalam rilisnya, gerakan Beli Indonesia sebagai sebuah gerakan pembangunan ideologi pembelaan terhadap bangsa Indonesia ini diklaim telah masuk ke dalam berbagai lini baik sektor pemerintahan seperti gerakan Beli Kulon Progo dan Gerakan Beli Depok.
Atau di dalam institusi non-pemerintahan yang terintegrasi dengan gerakan Beli Indonesia seperti ormas, universitas, pesantren, sekolah, asosisasi dan lainnya.*