Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

IPT ’65 Dinilai Melanggar HAM terhadap Umat Islam Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 November 2015 08:30 8:30 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 November 2015 08:30
Bagikan
pembunuh bayaran PKI
Diorama kekejaman PKI: Para pengunjung melihat suasana di Rumah Penyiksaan.
Bagikan

Hidayatullah.com–Aksi International People Tribunal (IPT) ’65 yang diselenggarakan di Denhaag Selasa, 10 November 2015, dinilai bentuk pelanggaran HAM terhadap umat Islam.

Sebab, IPT tidak melihat praktik-praktik kekejaman yang telah dilakukan PKI terhadap umat Islam yang sudah berlangsung lama, jauh sebum tahun 1965.

Untuk menjelaskan kekejaman Partai Komunis Indonesia (PKI), Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI) Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) akan menggelar diskusi bertajuk “Meneladani Kepahlawanan Para Aktivis Muslim, Para Santri, dan Para Kiai dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia sejak tahun 1945.”

Acara diselenggarakan Selasa, 10 November 2015, pukul 14.00 hingga selesai di Hotel Sofyan Betawi Jalan Cut Mutia.

Dalam Diskusi ini, panita juga membedah buku “Ayat-Ayat yang Disembelih” karya Anab Afifi dan Thowaf Zuharon.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Buku ini memuat sejarah banjir darah para kyai, santri, dan penjaga NKRI oleh aksi-aksi PKI berdasarkan wawancara puluhan saksi dan korban kekejaman PKI pada 1948 – 1965.

“Kami mengangkat buku ini sebagai bahan diskusi, sekaligus sebagai bantahan balik atas aksi eks tahanan politik Partai Komunis Indonesia (PKI) di International People Tribunal ’65 yang diselenggarakan di Denhaag, Belanda, Negeri yang menjajah Indonesia dan melakukan pelanggaran HAM terhadap rakyat Indonesia hingga 350 tahun,” ujar Fatur’ sapaan akrab Fatkhurahman, salah seorang aktivis HMI dan juga kandidat Ketua Umum PB HMI yang siap berlaga pada Kongres HMI Ke 29 di Pekanbaru pada 22-27 November 2015.

Fathur menegaskan, pihaknya sebagai aktivis / anggota HMI adalah bagian dari organisasi yang pernah hampir dihancurkan oleh PKI dengan menghasut Presiden Soekarno agar membubarkan HMI.
Ia menganggap bahwa tuntutan pengadilan Hak Asasi Manusia dari eks Tapol PKI, adalah sebuah tindak diskriminasi kepada umat Islam, khususnya kepada kyai, santri, HMI, dan berbagai organisasi Islam lainnya.

”Jika pengadilan HAM Internasional tersebut hanya mengusut peristiwa setelah Oktober 1965, maka sebenarnya, mereka sedang tidak mengakui bahwa Negara Indonesia ini telah berdiri sejak 1945. Jika hendak mengusut HAM, harusnya ditelisik berbagai pelanggaran HAM yang telah dilakukan oleh PKI sejak 1945, “ ujarnya.

Buku ini hanya ingin bercerita kepada setiap mata dan telinga di mana pun mereka berada. Bahwa berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) kepada bangsa Indonesia oleh para pengkhianat, sudah terjadi sejak bulan-bulan awal Negara Indonesia ini berdiri pada 17 Agustus 1945. Seperti gerakan DI/TII yg dipimpin Karto Soewirjo, Kemudian PKI yg dipimpin Muso dan DN Aidit.

Para pengkhianat yang telah melakukan bertumpuk-tumpuk pelanggaran HAM kepada masyarakat Indonesia, ternyata didominasi oleh orang-orang yang tergabung dan terafiliasi dalam Partai Komunis Indonesia (PKI). Orang-orang dan partai berlambang palu arit ini, telah berulang kali mencoba melakukan kudeta berdarah sejak negara Indonesia berdiri.

Mereka terlalu nyata melakukan berbagai kekejian yang membuat darah manusia banjir di mana-mana, hingga membuat anyir 45 cerita di buku ini. Begitu banyak saksi hidup melihat dengan mata kepala sendiri berbagai kekejian PKI yang telah berlangsung sejak tahun 1945.

Para PKI itu selalu membantai dengan memakai pola pembuatan lubang, pola penyembelihan, pola perebutan paksa, dan juga pola pembuatan daftar target mati bagi semua penentang komunisme.

Buku ini telah mencoba merangkai kisah-kisah kekejaman PKI tersebut, berdasarkan fakta wawancara terhadap puluhan saksi dan korban.

“Kami berpendapat, buku ini dapat menjadi pelajaran bagi siapa pun yang ingin menegakkan Merah Putih dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)”, ujar Fathur.*

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:1985HAMInternational People TribunalIPTPartai Komunis IndonesiaPKIumat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Persatuan Ulama: Musim Dingin Tiba, Bantu Suriah!
Tulisan selanjutnya Orang Yahudi Tembaki Petani, 75% Setuju Pembunuhan Brutal Rakyat Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?