Hidayatullah.com – Bertempat di masjid Manarul Ilmi, kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Yayasan Nurul Hayat mengadakan tabligh akbar sekaligus wakaf 1000 Al-Quran Braille Digital kepada para penyandang tunanetra pada Ahad, (06/12/2015).
Hadir sebagai penceramah Syeikh Ali Jaber, pengasuh program Damai Indonesiaku, yang juga pimpinan Yayasan Al-Quran Braille Digital Internasional.
Di hadapan ribuan tuna netra Syeikh Jaber menjelaskan tentang beberapa keutamaan yang bisa diraih oleh setiap muslim apabila senantiasa membaca al-Quran.
“Apabila seseorang senantiasa membaca al-Quran, maka terjamin baginya ampunan dosa, kesempurnaan pahala, dan tambahan karunia yang menenangkan hati,” ujarnya.
Syeikh Jaber mengungkapkan, dirinya merasa haru dengan ikhtiar para tuna netra yang ingin terus mengaji al-Quran di tengah keterbatasan yang ada.
Untuk itu, Ia juga mengingatkan kepada muslim yang diberikan kenikmatan berupa pengelihatan, agar tidak lalai dalam membaca al-Quran.
“Kalau yang tuna netra mungkin punya alasan, ‘ya Allah saya tidak baca Quran karena saya tidak melihat.’ Tapi kalau kita yang sempurna apa alasannya?” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Syeikh Ali Jaber dan yayasan Nurul Hayat juga memberikan hadiah umroh gratis bagi 10 orang tuna netra terpilih, yang mana 2 diantaranya adalah hafidz al-Quran 30 juz.
Kegiatan yang berkerjasama dengan Qatar Foundation Indonesia, Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), dan ITS Surabaya ini juga berhasil meraih 2 rekor MURI dengan tajuk ‘Pembagian Al-Quran Braille Digital Terbanyak kepada Tunanetra di Indonesia’ dan ‘Membaca Al-Quran Braille Digital Terbanyak oleh 1000 Tuna Netra’.*