Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Soal Jaringan Terorisme Indonesia, HAU: Metro TV Ambil Data BNPT Secara Serampangan

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Januari 2016 06:46 6:46 am
Ahmad
Dipublikasikan 6 Januari 2016 13:10
Bagikan
Slide versi Metro TV yang menampilkan pola rekruitmen "teroris"
Bagikan

Hidayatullah.com- Baru-baru ini umat Islam, khususnya jamaah al-Wahdah Islamiyah ramai membincangkan soal tayangan slide di Metro TV yang menjelaskan soal ‘Jaringan Teroris di Indonesia’ sebelum pengaruh ISIS tahun 2013 lalu.

Pasalnya, dalam tayangan slide ‘Jaringan Teroris di Indonesia’ itu dicatut beberapa nama kelompok umat Islam. Salah satu di antaranya adalah Wahdah Islamiyah, yang basisnya ada di kota Makassar Sulawesi Selatan.

Menanggapi persoalan itu, Pemerhati Kontra Terorisme Harits Abu Ulya mengatakan bahwa hal ini tentu akan melahirkan kontraksi terhadap al-Wahdah Islamiyah khususnya maupun umat Islam lainnya. Sebab paparan Metro TV dianggap cenderungan tendensius dan fitnah kepada sekelompok umat Islam.

Dikatakan Harits, umat Islam perlu sadar bahwa media hari ini bukanlah sekedar pengabar berita atau informasi tentang satu peristiwa secara akurat, tetapi media juga mengambil peran mengkontruksi opini atau propaganda sesuai dengan kepentingan politik atau ekonomi di baliknya.

“Nah, yang menjadi persoalan sekarang adalah ketika konstruksi opini atau pemahaman publik itu tidak ditopang dengan basis data yang memadai,” ujar Direktur CIIA.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Dari titik ini, lanjut Harist, sadar atau tidak sering kali media terjebak pada pusaran sensasi, fitnah dan penyesatan terhadap publik. Belajar dari kasus Metro TV, menurutnya, bisa jadi pihak dari Metro TV mengambil data secara serampangan yang dimiliki pihak aparat dalam hal isu terorisme dari BNPT, Mabes Polri atau Polda Metro.

“Atau mungkin hanya mengambil hasil riset internal Metro TV dalam isu terorisme,” imbuh Harits.

Kendati demikian, Harits menegaskan bahwa selama ini kaitannya dengan isu terorisme di Indonesia, narasinya yang di adopsi oleh media datang dari sumber tunggal yaitu kalau bukan Polisi, dari BNPT. Menurutnya, jarang menampilkan sumber-sumber pembanding dari pihak di luar secara proporsional.

“Somasi atau langkah hukum lainnya bagi pihak yang merasa dirugikan itu wajar, agar ini menjadi kritik atau teguran yang membangun. Dan ke depan media bisa tampilkan substansi yang bisa dipertanggungjawabkan minus tendensi dan fitnah dalam mengkonstruksi opini publik,” tutup Harits.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BNPTMetro TV Dan Wahdah Islamiyahterorismewahda Islamiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bayi Usia 4 Bulan Mati Membeku di Tenda Pengungsi Suriah di Turki
Tulisan selanjutnya Indonesia dan Darurat LGBT [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?