Hidayatullah.com – Kemungkinan yang mengatakan bahwa kecenderungan seseorang menjadi LGBT (Lesbian, Homoseksual, Biseksual dan Transgender) merupakan bawaan sejak lahir adalah keliru.
Kecenderungan penyimpangan tersebut lebih dikarenakan faktor psikologis dan sosiologis seperti pola asuh, lingkungan, role model teman atau komunitas.
Hal itu disampaikan Guru Besar Psikologi di Fakultas Psikologi UIN Jakarta Prof. Dr. Abdul Mujib, M.Ag M.si, saat dihubungi hidayatullah.com, Ahad, (24/01/2016).
“Kalau dikatakan bawaan, itu kecil sekali. Kecenderungan itu lebih karena faktor pola asuh atau lingkungan,” kata Direktur bidang Pengembangan keilmuan di Mubarok Institute ini.
Prof. Mujib menjelaskan, kecenderungan homoseksual atau penyuka sesama jenis, akan menjadi semakin kuat jika berada di lingkungan sesama homoseksual.
“Dia akan mengatakan ‘ah ternyata banyak temannya’. Sehingga mendapat justifikasi dari lingkungan,” jelasnya.
Sayangnya, menurut Prof. Mujib, saat ini banyak yang menilai perilaku LGBT tidak lagi dianggap sebagai suatu penyimpangan dan bukan merupakan suatu penyakit.
“Padahal itu jelas tidak sesuai dengan fitrah manusia,” ungkap Dekan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini.
Namun demikian, Ia menghimbau untuk tidak ‘meluruskan’ seseorang yang terjangkit LGBT dengan cara yang frontal.
“Mereka nggak bisa dikerasi, semakin dikerasi semakin susah menerima kebaikan,” pungkasnya.*