Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Proyek Kereta Api Cepat Justru Sebabkan Hutang Negara Bertambah

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Februari 2016 12:09 12:09 pm
Ahmad
Dipublikasikan 4 Februari 2016 10:27
Bagikan
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah
Bagikan

Hidayatullah.com- Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan jika dalam proyek pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung ada penyimpangan yang subtantif dari Nawacita yang diusung oleh Presiden Jokowi.

“Karena itu saya meminta Presiden Jokowi insaf, kembali kepada Nawacita yang membuat orang terpukau waktu itu yakni terkait dengan ide poros Maritim, termasuk saya pribadi,” kata Fahri dalam diskusi publik bertema “Stop Pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung” di bilangan Senayan, Jakarta, Selasa (02/02/2016).

“Karena kami orang-orang dari Timur termasuk orang maritim (kepulauan) yang berharap pembangunan akan disentuh dari pantai, bukan lagi dari daratan,” imbuh Fahri dari NTB ini.

Dikatakan Fahri, dirinya melihat ada perspektif yang bisa dilakukan dalam memberikan kritik terhadap rencana proyek pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, dalam perspektif konstitusional pasal 33 yang berkaitan dengan BUMN.

“Amanah dalam pasal 33 jelas sekali, bumi, air maupun kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasi oleh negara serta dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” kata Fahri.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sementara, lanjut Fahri, pembangunan Kereta Api Cepat ini mengundang PTP dalam kontrak proyek yang mengusai lahan negara. Mereka akan menaruh tulang-tulang besi (awak kereta,red) di tanah negara kemudian diklaim oleh kelompok lainnya.

“Ini yang menyebabkan permasalah tidak pernah clear hingga sekarang, bahkan akan menyebabkan negara punya hutang (bertambah),” pungkas Fahri.

Sebelumnya, Direktur Indonesia Resources Studies (Iress) Marwan Batubara mengatakan, terjadinya penggelembungan biaya proyek mengingat biaya kereta cepat Jakarta-Bandung mencapai 5,5 miliar dolar AS untuk jarak 142,3 km atau sekitar 38,5 juta dolar per km karena kepentingan donor China, bukan untuk bangsa Indonesia.

“Ditenggarai keputusan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung lebih didominasi oleh keinginan donor yakni China bukan atas keputusan pemerintah RI sendiri. [Baca:   IRESS Minta Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung Dihentikan ]

Hadir sebagai pembicara dalam acara diskusi publik yang digelar oleh IRESS bekerjasama Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah seperti Hafidz Tohir (Ketua Komisi VI DPR RI), Candra Tirta Wijaya (Mantan Anggota DPR RI 2009-2014 dan Pakar Politik Luar Negeri), Dr. Yayat Supriatna (Pakar Transportasi dari Univ. Trisakti Jakarta), serta Agus Pambagio (Pakar Kebijakan Publik).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinaIressJakarta-BandungJokowiKACMarwan BatubaraPembangunan Kereta Api Cepat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alan Kurdi, Charlie Hebdo dan Kebebasan Berpendapat
Tulisan selanjutnya Toko Daging Muslim di Korsika Dihujani Tembakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?