Hidayatullah.com– Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengaku sangat bersyukur kepada para dai. Menurutnya, mereka telah ikut membantu misi Kemenag dalam meningkatkan kualitas kehidupan keagamaan di Indonesia.
“Apa yang mereka lakukan di seluruh daerah dan pelosok di Indonesia, pada hakikatnya adalah ikut mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara melalui pendidikan agama,” kata Menag.
Hal itu ia sampaikan saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-2 Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) di Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat, Jumat (12/02/2016).
Lukman menyampaikan, tantangan yang dihadapi para dai tidaklah mudah. Apalagi ditambah dengan banyaknya fenomena yang terus menguras waktu dan energi umat.
Seperti, lanjutnya, kasus penistaan lafadz Allah. Juga munculnya buku-buku ajaran agama yang mengandung muatan yang tidak semestinya ada di situ.
“Saya khawatir, jangan-jangan memang ada skenario untuk tidak hanya menyibukkan umat, tapi juga membenturkan antar umat beragama ini,” ungkapnya.
“Dengan demikian umat ini tidak cukup punya energi dan waktu lagi untuk memikirkan hal-hal yang jauh lebih strategis,” lanjut Lukman.
Ia berharap, Munas ke-2 IKADI dapat berjalan lancar serta bisa melahirkan program-program strategis yang diperlukan umat.
Juga diharapkan dapat melahirkan pengurus-pengurus baru IKADI yang mampu mengemban berbagai programnya dengan baik.
Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, Maksimalkan Potensi Dakwah, IKADI Gelar Munas ke-2.*