Hidayatullah.com – Maraknya kasus penistaan dan penodaan agama yang terjadi di Indonesia, membuat para tokoh Islam berinisiatif membentuk BAKORPA (Badan Koordinasi Penanggulangan Penodaan Agama).
Salah satu inisiator pendiri BAKORPA, Prof. Dr Muhammad Baharun SH, MA menilai, organisasi ini turut membantu peran Majelis Ulama Indonesia dalam mengatasi kasus penodaan agama.
“Bakorpa ini sebetulnya lahir juga untuk meringankan beban MUI,” ujarnya saat Soft Launching BAKORPA bertema ‘Konsolidasi Dakwah Advokasi Untuk Penistaan Agama’ di Larazeta Resto, Tebet, Jakarta, Jum’at malam (15/04/2016).
Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat ini mengungkapkan, dengan perkembangan zaman dan akses sosial media yang mulai “menggila” seperti saat sekarang, semakin banyak orang yang dengan mudah melecehkan Islam.
“Tapi nyaris kita tidak bisa mengatasinya, untuk menyeret pelaku ke pengadilan misalnya,” ungkap Prof. Baharun.
Untuk itu, ia berharap BAKORPA ini menjadi sarana dakwah untuk menjaga marwah agama dari oknum yang tidak bertanggungjawab dengan melalukan penistaan agama.
Sementara itu, Irjen Pol (Purn) Anton Tabah, yang juga salah satu penggagas BAKORPA mengatakan, langkah hukum yang diambil BAKORPA terhadap pelaku penodaan agama bertujuan untuk memberikan efek jera.
“Yang kita jerat adalah perorangan bukan organisasinya, karena Undang-undang hukum itu siapa berbuat apa,” jelasnya.
Menurut Anton, selama ini banyak pelaku penistaan agama yang lolos begitu saja dari jeratan hukum karena tidak adanya badan yang terorganisir dan konsen terhadap masalah tersebut.
“Maka perlunya badan atau organisasi yang memperkarakan ini secara hukum, walaupun hanya dengan melakukan somasi misalnya,” tukasnya.
Adapun, BAKORPA sendiri didampingi oleh kuasa hukum Nasrulloh Nasution, SH, M.Kn dan kawan-kawan dari Solidarity Network for Human Rights (SNH) Advocavy Center.
Hadir juga pada launching tersebut, KH. Abdusshomad Buchori (Ketua MUI Jawa Timur), Habib Achmad bin Zein Al-Kaf (A’wan Syuriah PWNU Jawa Timur), Muhammad Saleh Drehem (Ketua Ikatan Dai Indonesia Jawa Timur), hanny kristianto (Sekjen Mualaf Center Indonesia) dan tokoh lainnya dari berbagai daerah.*