Hidayatullah.com– Sekjen DPP Wahdah Islamiyah Iskandar Kato mengatakan bahwa ormas ini punya program one home one hafizh bagi para pengurusnya.
Demikian disampaikan dalam acara Wisuda Santri XI TPA Lembaga Pembinaan Dan Pengembangan Pendidikan Al-Qur’an (LP3Q) di gedung pertemuan Lembaga Administrasi Negara Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (08/05/2016).
“Untuk pengurus Wahdah, maka wajib setiap rumah harus ada satu hafizh, one home one hafizh. Jika anak-anaknya tidak ada yang hafizh, maka bapak dan ibu yang bertanggung jawab,” ungkap Iskandar Kato.
LP3Q merupakan lembaga yang menangani pendidikan dan pengembangan al-Qur’an di Wahdah Islamiyah.
Programnya adalah pemberantasan buta aksara al-Qur’an, perbaikan bacaan, tajwid, tahsin, dan tahfidz. LP3Q berdiri dengan pengembangan TK-TPA al-Qur’an di masjid-masjid.
Iskandar menjelaskan, gerakan TK-TPA ini menjadi program nasional hingga pelosok daerah di Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah program Satu Rumah Satu Hafizh itu.
Pada acara yang berlangsung meriah itu, sebanyak 220 santri-santriwati diwisuda. Acara ini juga dirangkai dengan pengumuman TK-TPA terbaik, wisudawan terbaik, dan pengumuman juara lomba dalam Pra Muktamar Wahdah Islamiyah.
Camat Manggala, Makassar, Drs Abdurrahman, sangat mengapresiasi kegiatan wisuda LP3Q tersebut.
“Semoga di tengah rusaknya moral generasi muda saat ini, LP3Q Wahdah dapat menjadi penawar dan dapat mencetak generasi Qur’an,” ungkap Abdurrahman.
Muktamar III Wahdah Islamiyah insya Allah akan digelar di Jakarta, 17-20 Juli 2016 mendatang.*/ Sarmadani