Hidayatullah.com– Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah akan melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke Polda Metro Jaya di Jakarta, Jumat (07/10/2016) ini.
“Insya Allah nanti siang (dilaporkan),” ujar Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman, saat dikonfirmasi hidayatullah.com, Jumat pagi.
Pelaporan itu terkait pernyataan Ahok tentang Surat Al-Maidah ayat 51 pada suatu acara di depan warga Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
“Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyesalkan statement Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang terang telah menghina agama Islam dengan menggunakan kalimat ‘dibodohi’ terhadap isi al-Qur’an,” ujar Pedri.
Pedri mengatakan, Ahok telah melecehkan ayat suci al-Qur’an sebagai kitab umat Islam, dengan kalimat ‘dibohongi pakai surat Al-Maidah ayat 51’, pada acara tersebut. Videonya dipublikasikan akun resmi Pemprov DKI pada tanggal 28 September 2016 ke Youtube.
“Apa yang dilakukan Ahok terang merupakan bentuk penghinaan dan penistaan bagi Islam dan jelas Ahok telah melakukan penistaan terhadap Islam,” tegas Pedri.
“Bukan hanya itu, apa yang dilakukan Ahok mencerminkan bahwa dia telah menghina Pancasila, sebagai dasar negara yang menghargai keberagaman dan kebhinnekaan,” lanjutnya tegas.
Siapa pun orangnya dan apa pun agamanya, imbuh Pedri, wajib menjunjung tinggi kebhinnekaan, yang sudah menjadi kesepakatan bersama untuk keutuhan NKRI tercinta ini.
“Tiada tempat bagi tindakan ‘penistaan agama’ di Republik ini,” ujarnya.
Oleh sebab itu, ia menerangkan, PP Pemuda Muhammadiyah bersama organisasi otonom Muhammadiyah lainnya akan melaporkan Ahok, Jumat ini ke Polda Metro Jaya secara resmi dengan tuduhan penistaan agama.
Atas pernyataan Ahok, gelombang kecaman terhadapnya juga muncul dari berbagai kalangan dan kelompok masyarakat Indonesia terkhusus umat Islam. [Baca juga: Pemuda Al Irsyad Kecam Pernyataan Ahok yang Sebut Dalil Surat Al Maidah sebagai Pembohongan]
Ini Pernyataan Ahok
Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, ucapan Ahok kembali menuai kecaman setelah menyinggung soal al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51. Sebelumnya, pernyataan Ahok memang kerap memicu kontroversi.
Awalnya, pada sebuah acara di Kepulauan Seribu, Ahok membahas tentang rencana suatu program. Ahok lalu mengaitkan rencana itu dengan agenda Pilkada DKI Jakarta 2017 dan posisi dirinya sebagai petahana non-Muslim.
Ia kepada warga mengatakan, “Jadi, jangan percaya sama orang, bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya. …Dibohongi pakai Surat Al-Maidah (ayat) 51 macem-macem itu. Itu hak bapak-ibu ya!” [Baca: Ahok Dikecam Bilang “Jangan Percaya Dibohongi Pakai Surat Al-Maidah”]*