Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Komentari Ulama, Politisi Golkar Dikecam dengan #JanganHinaMUI

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 13 Oktober 2016 07:48 7:48 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 13 Oktober 2016 08:00
Bagikan
Nusron Wahid di ILC, Selasa (11/10/2016).
Bagikan

Hidayatullah.com– Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar, Nusron Wahid (NW), dikecam akibat pernyataannya pada acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa malam (11/10/2016). Kecaman itu mencuat antara lain dengan kicauan bertanda pagar (tagar/hastag) #JanganHinaMUI oleh para netizen.

Pantauan hidayatullah.com, tagar #JanganHinaMUI menduduki jajaran topik paling tren dibahas (trending topic Indonesia/TTI) Twitter hampir sepanjang hari ini, Rabu (12/10/2016) pagi hingga sekitar pukul 22.00 WIB.

“Omongannya NW menyakiti kami #JanganHinaMUI,” kicau Azim Arrasyid, salah seorang karyawan swasta di Jakarta, melalui akun ‏@DzAzimarasyid.

Akun Teroris Social Media ‏@TerorisSocmed berkata:

“Omongannya NW ngawur banget #JanganHinaMUI.”

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Akun Andi alfarizy ‏@AndyFarizy:

“Ada kafir hina alQur’an, ada muslim yg gunakan dalil alQur’an untuk bela si kafir #JanganHinaMUI.”

Lorisben Munthe ‏@LorisbenMunthe:

“Setahu ane WAHID itu satu. Tapi kenapa Wahid nyang onoh JEBLOG maksimal ya? #JanganHinaMUI.”

Netizen Umar Syadat ‏@Umar_Hasibuan berkata diplomatis:

“Krn yg diucapkan nusron di ILC adalah kebenaran menurut dia bkn menurut Qur’an.Sy sih anggap nusron kmrn lg emosi tak terkendali.”

Pernyataan Nusron Wahid kepada Ulama

Diketahui, pada acara ILC yang disiarkan langsung sebuah stasiun TV swasta, Selasa itu, dibahas tentang pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait al-Qur’an Surat Al-Maidah ayat 51. [Baca:Ahok Dikecam Bilang “Jangan Percaya Dibohongi Pakai Surat Al-Maidah]

Pada kesempatannya, Nusron Wahid mengatakan, suatu teks itu bebas tafsir dan bebas makna. Menurutnya, yang paling tahu tentang teks adalah pembuat teks tersebut.

“Yang namanya al-Qur’an, yang paling sah untuk menafsirkan, yang paling tahu tentang al-Qur’an itu sendiri adalah Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul. Bukan Majelis Ulama Indonesia (MUI), bukan Ahmad Dhani, bukan Dahnil Simanjuntak, juga bukan juga saya, maupun Hamka Haq, bukan itu,” ujarnya menyebut nama sejumlah tokoh pembicara pada acara itu.

Nusron Wahid juga mengatakan, “Yang paling tahu tentang apa yang disampaikan oleh Ahok di Pulau Seribu, ya Ahok. Bukan orang lain. Itu ilmu tafsir, itu ilmu teks, hermeneutik.”

Dalam penyampaiannya selama sekitar 8 menit dengan suara keras itu, Nusron Wahid juga mengatakan:

“Kiai-kiai saya, guru-guru saya, ulama-ulama saya dulu, ketika memaknai al-Qur’an saya ngaji, tidak pernah mengklaim dirinya paling benar. Selalu ditutup dengan satu kalimat, ‘Wallahu a’lamu bimurodihi; bahwa hanya Allah-lah sesungguhnya yang paling tahu tentang maknanya, bukan orang lain.’ Karena itu, kalau menjadi ulama, menjadi kiai, mengutip al-Qur’an, jangan hanya mengutip dengan surat al-Qur’an yang terjemahan.”

“…Barangsiapa yang belajar al-Qur’an tanpa guru, gurunya syaitan.”

Ia juga mengatakan:

“Hentikan penggunaan ayat-ayat untuk politik. Ayat Al-Maidah tidak ada kaitannya dengan politik. Ayat Al-Maidah multi fatsir. Karena multi tafsir, tidak usah dipakai justifikasi untuk menistakan orang, untuk melawan orang dan lain sebagainya.”

Ia pun menyampaikan pembelaannya atas Ahok soal Al-Maidah ayat 51. Nusron Wahid mengklaim, Ahok tak bermaksud menghina al-Qur’an, umat Islam, pun agama Islam.

“Yang paling tahu tentang omongan Ahok ya Ahok sendiri,” ujarnya lantas disambut sorakan “huuuuuu…!” terhadap Nusron Wahid dari peserta ILC lain.

Penyampaian MUI

Sebelum Nusron Wahid, pada acara itu, lebih dulu giliran pihak MUI Pusat diwakili oleh Wakil Sekretaris Jenderal Tengku Zulkarnain.

Zulkarnain antara lain membacakan pendapat dan sikap keagamaan MUI soal pernyataan Ahok tersebut. Dimana MUI menyatakan, pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu tersebut terkategori menghina al-Qur’an dan atau ulama.

MUI: Ahok Telah Menghina Al-Qur’an dan Ulama

Di depan Nusron Wahid dan para peserta diskusi itu, Zulkarnain menjelaskan tafsiran MUI dari pernyataan Ahok “Jadi, jangan percaya sama orang, bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya. …Dibohongi pakai Surat Al-Maidah (ayat) 51 macem-macem itu. Itu hak bapak-ibu ya!”

Jelas Zulkarnain, ada dua konsekuensi hukum yang harus dipikul Ahok atas pernyataannya itu.

“Pertama, dia (Ahok. Red) menuduh bahwa Surat Al-Maidah:51 itu alat melakukan kebohongan. Yang kedua, ulama-ulama yang mengajarkan Surat Al-Maidah:51 kepada umat Islam, itu adalah (dituduh sebagai. Red) pembohong,” paparnya lantas disambut apresiasi sebagian peserta diskusi.

Zulkarnain juga menerangkan, salah satu tugas utama MUI adalah menjaga umat dari pemikiran sesat dan keliru. “Atau dari tuduhan-tuduhan orang anti Islam, anti agama, yang ingin merusakkan agama Islam,” jelasnya.

Di ranah media sosial, pantauan hidayatullah.com, netizen pun membela ulama. Pembicaraan tentang “Ulama” sempat menjadi TTI Twitter.

Akun dany ‏@KakaDhanay mengatakan: “Ulama adalah benteng terakhir umat, jika bukan ulama siapa lagi panutan kita. #JanganHinaMUI.”

Terkait pernyataan Nusron Wahid, beredar pula video yang menayangkan dai Yusuf Mansur berbicara tentang pesan untuk tidak meniru sikap tak baik kepada ulama.

“Jangan ditiru melotot-melotot ke ulama…. Yang suka maki-maki orang, jangan ditiru! Yang suka bilang ‘orang bodoh, goblok tuh’, jangan ditiru ya!” ujar Yusuf Mansur sambil menangis dalam video yang belum diketahui waktu perekamannya itu.

“Kakek sy jg seorang ulama, alm. KH Hasan Basri.. Gak kebayang kalau zaman dulu ada yg melotot2 ke kakek saya…,” kicau senator DPD RI, Fahira Idris melalui akunnya @fahiraidris, Rabu (12/10/2016).

Akun Anak Umi ‏@athifa_ok berkicau, “#JanganHinaMUI Lucux, timses meradang smp melotot2. Hina ulama pula. Lha, ini jg bkn masa kampanye kan? cc @NusronWahid1….”

Ihwal “melotot ke arah ulama” itu tampaknya merujuk pada tatapan mata Nusron Wahid saat berbicara di ILC, Selasa malam itu.

Menurut akun Sang Pembangkang !!! ‏@IndraJPiliang:

“Ndak elok, ngomentarin Nusron dari pelototan mata atau body languagenya. Teman2nya sejak dulu tahu betul, Nusron emang begitu matanya.”*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahokBasuki Tjahaja PurnamaGubernur DKI JakartaMajelis Ulama IndonesiaMUINusron Wahidpelecehan agamapelecehan al-QuranSurat al Maidah ayat 51ulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Membawa ‘Perahu Dakwah’ Menyebrangi Pulau Enggano
Tulisan selanjutnya China Anak Larang Anak-Anak Muslim Ikuti Kegiataan Keagamaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?