Hidayatullah.com– Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF), Heppy Trenggono, turut menyikapi kabar kedatangan Syeikh Musthafa Amr al-Wardhani dari Mesir ke Indonesia terkait proses hukum kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
“Menyikapi hal tersebut, IIBF meminta bantuan kepada Duta Besar Mesir di Indonesia untuk membantu klarifikasi tentang kebenaran informasi tersebut dan turut menjelaskan kepada Dar Al-Ifta,” ujar Heppy dalam keterangan tertulisnya kepada hidayatullah.com di Jakarta, Senin (14/11/2016).
“Kami mendapatkan informasi bahwa ada pihak yang ingin melibatkan Dar Al-Ifta dari Mesir, dengan mendatangkan untuk menjadi saksi dalam perkara hukum penistaan agama ini,” ujarnya.
Menurut Presiden IIBF, ada 5 poin utama yang disampaikannya kepada Duta Besar Mesir di Indonesia. Poin-poin tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bahwa esensi persoalan hukum yang sedang dituntut oleh umat Islam bukan pada tafsir al-Qur’an. Tetapi menyangkut penistaan agama yang dilakukan oleh Sdr. Basuki Tjahaja Purnama.
2. Bahwa persoalan hukum ini telah dinodai oleh pihak–pihak tertentu dengan mengaitkannya pada persoalan politik. Sehingga penegakan hukum kepada Sdr. Basuki Tjahaja Purnama hingga saat ini tidak ditegakkan secara adil sebagaimana mestinya.
3. Bahwa Indonesia telah memiliki majelis ulama yaitu MUI (Majelis Ulama Indonesia), dimana pada persoalan ini telah memberikan fatwa yang tegas dan jelas.
4. Bahwa jika benar informasi tentang rencana keterlibatan Syeikh Musthafa Amr al-Wardhani dalam persoalan ini, maka dikhawatirkan akan memicu ketersinggungan para ulama Indonesia.
5. Bahwa jika benar informasi tentang rencana keterlibatan Syeikh Musthafa Amr al-Wardhani yang mewakili Dar Al-Ifta Mesir, maka sangat mungkin akan disalahartikan telah masuk ke ranah politik dalam negeri Indonesia, berpotensi merusak hubungan baik Mesir dengan Indonesia.
“Kami khawatir akan memicu ketersinggungan para ulama Indonesia dan berpotensi mengganggu hubungan baik kedua bangsa,” ujar Heppy.
Soal Penistaan Agama, KH. Cholil Ridwan: Siapa Lebih Kapabel Selain MUI?
Demi Menjaga Hubungan Indonesia-Mesir
Ia mengatakan, Indonesia dan Mesir memiliki hubungan sejarah yang sangat istimewa. Tugas rakyat Indonesia sebagai penerus adalah mempertahankan dan meningkatkan hubungan yang lebih baik di masa mendatang.
“IIBF berharap kepada Yang Mulia Duta Besar Mesir di Indonesia dapat memberikan informasi yang utuh kepada Dar Al-Ifta, dan turut mencegah keterlibatan Dar Al-Ifta pada persoalan dalam negeri Indonesia demi hubungan baik antar umat Islam dan antar kedua negara,” imbaunya.
IIBF juga menyatakan kesiapannya untuk merangkai silaturahim antar ulama Mesir dan Indonesia, pungkas Heppy.*