Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pengamat: PBB Harus Investigasi Kemungkinan Genosida di Myanmar

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 November 2016 08:07 8:07 am
Ahmad
Dipublikasikan 21 November 2016 08:07
Bagikan
AP
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerhati Politik Internasional, Arya Sandhiyudha  mengatakan organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) haru segera turun ke lapangan melihat aksi kekerasan terbaru terhadap etnis Muslim Rohingya di Myanmar karena dimungkinkan adanya pembantaian etnis.

Pernyataan ini disampaikan terkait peristiwa pembakaran di beberapa desa Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar dalam sebulan ini.

“Harus ada investigasi oleh PBB untuk melihat ke lapangan, tidak hanya hancurnya 430 bangunan di tiga desa utama Rakhine, tapi juga terhadap korban jiwa. Sangat mungkin masuk kategori pembantaian etnis secara massal,” demikian disampaikan Arya Sandhiyudha dalam pernyataanya yang dikirim ke redaksi Senin (21/11/2016).

Sebegaimana diketahui, kekerasan terhadap etnis Rohingya meningkat dalam dua bulan ini. Aksi kekerasan terbaru terjadi di distrik Maungdaw Utara antara 22 Oktober hingga 10 November, dimana tentara Myanmar diduga melakukan tindakasn represi hingga pembantaian warga Rohingya dan pembakaran desa tersebut.

Gambar Satelit Jelaskan Lebih 400 Bangunan di Tiga Desa Etnis Rohingya Dibakar

Dugaan ini didukung gambar satelit yang tidak hanya mengkonfirmasi luasnya kerusakan di desa-desa utama, namun juga mayat-mayat warga Rohingya yang bergelimpangan. Menurut HRW, kerusakan terjadi di tiga desa utama: Pyaung Pyit, Kyet Yoe Pyin, dan Wa Peik.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Arya yang juga Direktur Eksekutif Madani Center for Development and International Studies (MaCDIS), berpendapat dasar konflik berkepanjangan ini karena tidak diadopsinya etnik Rohingya sebagai etnik yang diakui Myanmar.

“Ketegangan antara otoritas Myanmar dan masyarakat etnis Rohingya, berakar dari represi dan diskriminasi pemerintah terhadap warga etnik Rohingya. Isolasionisme Myanmar masih ekstrim, yang etnik Rohingya masih tidak diberlakukan setara sebagai warga Myanmar,” ujarnya.

Tentara Myanmar mulai dikerahkan besar-besaran ke Maungdaw sejak bulan Oktober, setelah terjadi pembunuhan terhadap sembilan polisi perbatasan di sepanjang perbatasan barat laut negara itu dengan Bangladesh.

Militer Myanmar Lakukan Pemerkosaan terhadap Wanita Rohingya

Sementara, mayoritas korban adalah Muslim Rohingya, yang oleh warga Buddha kerap disebut sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.

Menurut doktor Bidang Hubungan Internasional lulusan kampus Turki, tragedi Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan terbesar dekade ini, “Mereka didiskriminasi sebagai warga negara, padahal telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi. Sampai sebagiannya bertaruh nyawa untuk kabur berlayar, daripada dibantai di Myanmar”

Islam masuk wilayah Arakan Myanmar sejak tahun 788 Masehi. Di masa itu, bahkan pernah berdiri Kerajaan Islam di Arakan. Bahkan kerajaan Islam Arakan. Kata Arakan berasal dari Bahasa Arab arkaan, dari kata dasar rukn (artinya rukun).  Jumlah penduduk Myanmar ditaksir sekitar 50 juta orang. 15% dari jumlah tersebut adalah muslim yang mayoritasnya adalah orang-orang Arakan. 70% dari penduduk Arakan adalah muslim. Sisanya adalah orang-orang Magh, orang-orang Arakan yang beragama Budha Theravada. Dan kelompok-kelompok minoritas lainnya.

Meskipun telah tinggal di Myanmar selama beberapa generasi etnis Rohingya  dianggap sebagai imigran legal oleh kelompok Buddha dan pemerintah. PBB menyebut Muslim Rohingya sebagai kelompok minoritas yang paling teraniaya di dunia.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArakanArya Sandhiyudhaburmaetnis Muslim Rohingyakekerasan terhadap muslimmyanmarRohingyatragedi kemanusiaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pimpinan MPR: Dari Dulu Umat Islam Selalu Berkorban Demi Keutuhan NKRI
Tulisan selanjutnya Akidah Ahlus Sunnah adalah Asas dari Worldview Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?