Hidayatullah.com– Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengaku segera meminta jajaran berbagai kepolisian daerah (polda) untuk tak lagi berupaya menghalangi pergerakan peserta Aksi Bela Islam III ke Jakarta.
Diketahui, sejumlah polda mengeluarkan imbauan agar perusahaan transportasi tidak mengangkut/menyewakan armadanya untuk peserta aksi itu. Bahkan kabarnya dengan ancaman tertentu.
GNFP MUI Tegaskan, Aksi Bela Islam III Tetap Menuntut Ahok Ditahan
“Saya meminta kepada seluruh jajaran saya di kepolisian, besok juga saya lakukan video conference dengan jajaran kepolisian, supaya untuk PO-PO, perusahaan angkutan, dapat mengantarkan saudara-saudara kita (ke Jakarta),” ujar Kapolri Tito saat konferensi pers di kantor MUI, Jakarta, Senin (28/11/2016).
Langkah itu diambil setelah Polri dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) bermusyawarah dan mencapai beberapa kesepakatan, termasuk sikap Polri itu, lansir JITU Islamic News Agency (INA).
Ini Beberapa Kesepakatan Dialog GNPF MUI – Polri terkait Aksi Bela Islam III
“Kami juga sepakat, tidak ada lagi imbauan-imbauan dari polda di seluruh daerah yang menghalang-halangi umat Islam untuk ikut hadir dalam Aksi Bela Islam III.
Termasuk juga jangan ada imbauan-imbauan kepada perusahaan transportasi untuk tidak melayani peserta aksi,” ujar Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Shihab pada kesempatan yang sama.
Nekad Jalan Kaki
Ia sebelumnya mengungkapkan, pihaknya keberatan atas imbauan dan larangan beberapa polda atas perusahaan angkutan agar tidak mengangkut massa ke Jakarta untuk ikut Aksi Super Damai 212, Jumat (02/12/2016) pekan ini.
Meskipun, kata dia, imbauan itu tidak membuat umat Islam mengurungkan niatnya untuk berangkat ke Jakarta.
“Karena saat ini di beberapa daerah (massa) sampai nekad jalan kaki ke Jakarta,” ungkapnya.* Nizar Malisy/INA