Hidayatullah.com– Shalawat dan takbir menyelimuti seisi ruangan Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta, Selasa (06/12/2016).
Tangis pilu dari para hadirin pun menetes, ketika Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN), membacakan shalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
“Yaa Nabi salaam alaika, ya Rasul salam alaika, ya Rasul salaam alaika, ya Habib salaam alaika. Sholawatullah alaika, Asyroqol badru alaina, fakhtafat minhul buduuru, mitsla husnik maa ro-ainaa,” sahut para hadirin dalam acara Silaturrahim Pasca Aksi Bela Islam III dalam tema “Tadabbur Surat Al-Maidah” di masjid itu.
Bachtiar Nasir yang biasa disapa UBN ini menyebutkan, Aksi Super Damai 212 itu adalah sebuah energi persatuan yang besar.
Ketua GNPF-MUI: Hanya Energi al-Quran Bisa Datangkan Aksi Damai Jutaan Orang
“Allah membuat iri dan menyesal orang-orang yang tidak ikut aksi damai. ‘212’ kemarin adalah energi persaudaraan,” kata UBN.
Ustadz yang menggunakan kemeja putih berpeci hitam dalam pemaparannya itu menyampaikan pentingnya persatuan umat Islam yang hakiki.
“Allah satukan umat Islam, Allah berikan kekuatan untuk menyatukan hati-hati umat Islam membela agama Allah,” ucapnya.
Dalam acara ini, ia juga memutarkan video Aksi Bela Islam III, Jumat (02/12/2016) lalu.
Ribuan orang hadir dari kalangan anak-anak muda, ibu-ibu dan bapak-bapak hadir dengan semangat untuk silaturrahim bersama GNPF MUI.* Haekal/INA