Hidayatullah.com– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berupaya terus berinovasi dalam memudahkan pelayanan kepada masyarakat miskin.
Kali ini, BAZNAS mengembangkan layanan Anjungan Terima Mandiri (ATM) Beras untuk membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan dasar, yang dirasa kian sulit dijangkau akibat kenaikan harga.
Acara peluncuan Program ATM Beras diselenggarakan dalam rangkaian Milad ke-16 BAZNAS di Lobi Gedung Arthaloka, Jakarta, Selasa (17/01/2017).
Layaknya mengambil uang dari mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), masyarakat miskin yang telah diverifikasi dapat mengambil beras secara cuma-cuma dengan menggunakan kartu peserta.
Ketua BAZNAS, Prof Dr Bambang Sudibyo mengatakan, program ini merupakan inovasi BAZNAS dalam memberikan kemudahan layanan masyarakat miskin.
Ketimpangan Agraria, PP Muhammadiyah Sebut Pemodal Sudah Masuk ke Struktur Kekuasaan
Mesin yang digunakan merupakan karya anak bangsa, seorang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB). Dengan mesin ini, jelasnya, masyarakat miskin akan lebih mudah mendapatkan bantuan beras dari titik-titik lokasi ATM Beras.
“BAZNAS berkomitmen mengadopsi sebanyak mungkin gagasan layanan dari masyarakat untuk membantu masyarakat kurang mampu,” ujarnya pada acara itu, sebagaimana siaran pers BAZNAS diterima hidayatullah.com, Rabu (18/01/2017).
10 Titik di Jabodetabek
Dijelaskan, mesin di Gedung Arthaloka merupakan prototipe dari mesin ATM Beras yang akan segera dipasang di 10 titik di Jabotabek. Yaitu di Kantor BAZNAS Jl Kebon Sirih No 51 Jakarta Pusat dan sembilan masjid yang bekerja sama dengan BAZNAS.
Ahli Pangan: Makanlah sebelum Lapar, Berhentilah sebelum Kenyang
Tiap unit ATM Beras memiliki kapasitas penampungan beras sebanyak 230 liter yang dapat memenuhi kebutuhan bagi 120 kepala keluarga (KK). Tiap unit akan diisi ulang sebanyak delapan kali dalam satu bulan.
Menurut Bambang, program ini dilaksanakan antara lain karena jumlah kemiskinan di Indonesia dari data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2016 mencapai 28,01 juta jiwa.*