Hidayatullah.com–Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan ucapan terima kasih umat Islam Indonesia atas kesediaan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud yang telah bersedia menambah kuota bagi jemaah haji Indnesia, sehingga mengurangi masa tunggu calon jemaah haji Indonesia.
“Perlu saya sampaikan 2 tahun yang lalu pada saat saya bertemu Raja Salman, saya sudah meminta tambahan untuk haji, dan alhamdulillah tahun ini tidak hanya tambahan kuota 10 ribu tetapi juga tambahan pengembalian,” kata Presiden Jokowi saat meresmikan pembangunan asrama haji Indonesia, di Mandailing Natal, Sumatera Utara, Sabtu (25/03/2017) dikutip laman Setkab.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Arab akhirnya menambah jatah kuota haji Indonesia. Menurut Presiden Joko Widodo, pemerintah Arab Saudi telah menyetujui tak hanya pengembalian kuota normal haji Indonesia, bahkan melakukan penambahan kuota.
“Kuota haji untuk Indonesia tahun 2017 menjadi 221 ribu,” ujar Jokowi di Istana Kepresidenan hari Rabu, 11 Januari 2017.
Angka 221 ribu menurut Jokoei terdiri atas kuota normal haji Indonesia sebesar 211 ribu dan penambahan sebesar 10 ribu.
Pada 2016, besar kuota haji untuk Indonesia hanya 168.800 atau lebih kecil 52.200 dibandingkan kuota terbaru.
Sementara itu, melalui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama Komisi VIII DPR-RI pemerintah menyepakati besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1438H/2017M.
Besaran rata-rata BPIH yang dibayar langsung oleh Jemaah Haji untuk tahun 1438H/2017M rata-rata sebesar Rp34.890.312, atau naik sebesar 0,72% (Rp249.0080) dibanding BPIH tahun lalu.
Kesepakatan BPIH 1438H/2017M tersebut ditandatangani Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan seluruh pimpinan Komisi VIII DPR RI M dalam Rapat Kerja di ruang rapat Komisi VIII DPR, di Jakarta, Jumat (24 /03/2017) siang.*