Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

3 Makna Positif Peresmian Barus

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Maret 2017 06:56 6:56 am
Ahmad
Dipublikasikan 31 Maret 2017 05:00
Bagikan
Presiden Jokowi meresmikan tugu Titik Nol Islam Nusantara di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/03/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Pengamat Politik Internasional, Arya Sandhiyudha mengungkapkan, ada tiga makna positif dari diresmikannya Barus di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sebagai Titik Nol Penyebaran Islam di Nusantara.

Pertama, menurutnya, Barus sebagai titik nol adalah ralat resmi terhadap buku-buku sejarah yang menyebutkan datangnya Islam di Indonesia pada abad ke-13 dan menegaskan abad ke-7 merupakan awalnya.

“Ini artinya, betapa dekat jaraknya dari masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan Khulafaur Rasyidin,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima hidayatullah.com, Kamis (30/03/2017).

Baca: Soal Barus Titik Nol Islam di Nusantara, Ini Penjelasan Sejarawan

Kedua, sambung Arya, abad ke-7 adalah bukti terjadinya sinergi dan harmoni antara unsur-unsur agama dan politik, bukan pemisahan atau antagonisme agama dan politik.

“Dalam serial sejarah kota Barus saat itu berada dalam wilayah Sriwijaya yang dipimpin Sri Indravarman, Raja Sriwijaya pertama yang beragama Muslim dan kerap ‘chating’ atau berkorespondensi dengan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, cicit Umar Bin Khattab,” paparnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Ketiga, ia mengungkapkan, Barus juga sebagai titik nol Islam di Nusantara sekaligus ‘internasionalisme Islam’. Sebab di sana juga tercatat sebagai kampung Arab Muslim pertama di Indonesia.

Baca: Situs Sejarah Islam Barus Terancam Punah

Cara memaknai yang demikian, ungkap Arya, memperkokoh pesan bahwa kebangsaan Indonesia justru semakin eksis ketika dilandasi dasar yang utuh, kokoh, luas, dan global.

“Dari perkampungan Muslim di tepian, kemudian masuk ke pusaran kekuasaan Sriwijaya. Dari asimilasi dengan penduduk, hingga raja, adipati, atau penguasa setempat yang akhirnya masuk Islam. Tentunya dengan jalan damai,” pungkas Direktur Madani Center Development International Studies (MaCDIS) ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Arya SandhiyudhaBarusIndonesia dan RasulullahIslam di IndonesiaIslam di NusantaraKhulafaur RasyidinKota Barusmasuknya Islam di Indonesiamasuknya Islam di NusantaranusantaraPengamat Politik InternasionalPresiden Joko WidodoRaja Sriwijayasejarahsejarah IslamSejarah Masuknya Islam di IndonesiasejarawanSri IndravarmanSriwijayaSumatera UtaraTapanuli TengahTitik Nol Islam Nusantara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Muhammadiyah: Membeli Rokok Pemborosan
Tulisan selanjutnya Tidak Merokok Bantu Kurangi Risiko Penyakit Tidak Menular

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?