Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Soal Barus Titik Nol Islam di Nusantara, Ini Penjelasan Sejarawan

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 Maret 2017 11:07 11:07 am
Ahmad
Dipublikasikan 26 Maret 2017 11:07
Bagikan
Presiden Jokowi meresmikan tugu Titik Nol Islam Nusantara di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/03/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Penentuan Barus di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, sebagai titik awal masuknya Islam ke Indonesia sebenarnya sudah pernah dibahas dalam seminar nasional bertema “Sejarah Masuknya Islam di Indonesia” tahun 1962.

“Dulu, itu zamannya Pak Hamka. Tapi, memang fakta-fakta sejarahnya masih minor, belum bisa dipastikan,” jelas Sejarawan Dr Tiar Anwar Bachtiar saat dihubungi hidayatullah.com, Sabtu (25/03/2017) kemarin.

Tiar mencontohkan seperti penemuan adanya batu nisan di Makam Mahligai Barus. “Ini pun masih debatable (belum pasti. Red). Ada yang menafsirkan ditemukannya tahun 48 Hijriyah. Tapi, setelah dilakukan riset ternyata usianya lebih muda, bukan 48 Hijriyah,” terangnya.

Baca: Bersila di Negeri Kāfūr: Kehadiran Pedagang Muslim di Nusantara sebelum Abad ke-10 Masehi [1]

Menurut peneliti INSISTS ini, justru yang sering dipakai sebagai sumber bahwa Islam masuk pertama di Barus adalah catatan pelancong China yang bertemu dengan komunitas Arab di sana.

“Memang Barus ini menjadi tempat persinggahan para pedagang dari Arab, untuk rempah-rempah terutama kamper atau kapur barus,” imbuhnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Bahkan, Tiar mengatakan, sejak abad pertama, sudah terbangun hubungan antara Timur Tengah dengan kawasan Nusantara (Barus. Red).

“Kalau makam belum bisa dipastikan bahwa berasal dari abad ke-7 Masehi,” tegas Tiar.

Meskipun ada penafsiran soal usia batu nisan yang terdapat di makam (48 Hijriyah), menurut Tiar, tidak relevan dengan beberapa hasil riset. Misalnya, riset terhadap bebatuan yang ada di makam tersebut, baik dari model atau bentuk dan sebagainya.

“Sehingga hasil riset tersebut tidak mendukung penafsiran usia batu nisan di makam. Bahkan, belakang muncul hasil riset yang menyebutkan kawasan makam itu muncul abad ke-14 atau 15 Masehi. Jadi, makam tersebut sebenarnya masih ‘muda’ usianya. Bukan makam yang berasal dari abad ke-7 Masehi,” paparnya.

Justru fakta sejarah masuknya Islam di Indonesia bukan mengenai makam itu, tapi catatan pelancong China yang menemukan komunitas Arab di Barus. Meski ini juga masih ada perdebatan di kalangan sejarawan, tapi catatan tersebut memang benar adanya.

“Meski demikian, selama ini yang dipercaya dan diyakini masyarakat setempat secara lisan sebagai titik awal masuknya Islam memang makam Mahligai di Barus,” ujarnya.

Baca: Situs Sejarah Islam Barus Terancam Punah

Makam Mahligai Dinilai ‘Masih Muda’

Jadi, menurut Tiar, tidak relevan jika menyebut pemakaman Mahligai di Barus sebagai titik awal masuknya Islam ke Nusantara. Sebab, usia batu nisan di makam masih ‘muda sekali’.

Tapi, jika mengatakan bahwa kawasan Barus sebagai titik awal masuknya Islam bisa saja benar, sebab ada info yang menyebutnya seperti itu. “Fakta sejarahnya antara lain berupa catatan pelancong China yang ditemukan oleh beberapa peneliti bahwa ia pernah sampai di kawasan Barus sekitar abad ke-7,” jelasnya.

Menurut Tiar, komunitas Muslim di Barus tidak jelas siapa, dari mana, dan sebagainya. Jadi, informasinya masih samar-samar. “Namun, itu bisa dijadikan indikasi bahwa memang sejak abad ke-7, Islam sudah datang ke Barus,” tutupnya.

Diketahui, Jumat (24/03/2017) lalu, Presiden RI Joko Widodo meresmikan tugu titik nol kilometer masuknya agama Islam ke Nusantara di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengakui, sudah sudah lama mendengar sejarah Kota Barus. Dimana dalam literatur mumi yang ada di Mesir bisa diawetkan karena pakai kapur Barus. Dan juga ratusan tahun yang lalu peradaban nenek moyang Indonesia telah berhubungan erat dengan saudagar dari Timur Tengah dengan penyebaran agama Islam pertama di Nusantara.

“Sejarah tentu meninggalkan bukti atau situs. Dan tadi pagi saya telah mengunjungi Makam Mahligai. Disana terdapat banyak makam pedagang dari Timur Tengah yang kita yakini sebagai aulia membawa masuknya agama Islam melalui Barus,” ujar Presiden dikutip Antarasumut.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BarusIslam di IndonesiaIslam di NusantaraKota BarusMakam Mahligaimasuknya Islam di Indonesiamasuknya Islam di Nusantaranusantarapelancong ChinapenelitianPresiden Joko Widodosejarahsejarah IslamSejarah Masuknya Islam di IndonesiasejarawanSumatera UtaraTapanuli TengahTiar Anwar BachtiarTitik Nol Islam Nusantara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Meskipun Penembakan di Depan Santa Clara seperti di Aksi 411…” [1]
Tulisan selanjutnya “Meskipun Penembakan di Depan Santa Clara seperti di Aksi 411…” [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?