Hidayatullah.com– Rektor Universitas Imam Muhammad bin Sa’ud Al-Islamiyah, Prof Sulaiman Abul Khail, menyampaikan bahwa zaman saat ini penuh dengan fitnah. Oleh karena itu, dibutuhkan akhlak mulia dalam menghadapinya.
Hal itu ia sampaikan dalam rangkaian kunjungannya melaksanakan shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, bersama umat Islam, Jumat (14/04/2017).
Kedatangan Prof Sulaiman yang juga Ketua Asosiasi Universitas Islam Internasional ini disambut oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar.
Dalam ceramahnya yang disampaikan setelah khutbah Jumat, Prof Sulaiman menegaskan bahwa Islam adalah agama agung yang membawa manusia dari kegelapan kepada cahaya.
Islam, imbuhnya, agama yang memenangkan kebenaran, keadilan, dan kebaikan, serta mengajak manusia kepada upaya saling kerja sama di antara mereka.
Baca: Ulama Saudi: Jangan Berfatwa Tanpa Ilmu, Jauhi Dai Buruk
“Umat Islam yang ada di berbagai belahan dunia, wajib berpegang teguh pada agama Islam yang agung, yang dapat menjaga setiap Muslim dari bahaya, keburukan, radikalisme, dan terorisme pada zaman ini,” jelasnya.
Urgensi akhlak, lanjutnya, merupakan keindahan Islam yang paling nyata, sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.”
Prof Sulaiman mengatakan, akhlak merupakan sarana paling penting yang menjadikan seorang Muslim hidup dalam ketenteraman dan dihargai oleh masyarakat.
Menurutnya, akhlak yang mulia itu terpusat pada upaya menjauhi segala macam bentuk gangguan terhadap sesama manusia.
Segala perbuatan baik yang dilakukan dan menjauhi segala bentuk tipu daya, maka pelakunya akan mempunyai daya pengaruh dan diikuti sekaligus dihargai dan didoakan manusia, paparnya.
“Umat Islam sangat butuh pada sifat-sifat mulia pada zaman ini yang penuh dengan perubahan, peristiwa, dan fitnah,” tegas guru besar bidang fikih ini.
Anggota Dewan Ulama Senior Arab Saudi ini menegaskan, perlunya umat Islam untuk terus mempelajari sirah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang merupakan teladan bagi setiap Muslim.
“Siapa yang bertambah akhlaknya, maka berarti nilai agamanya pun bertambah,” tutupnya membaca sebuah ungkapan sebagaimana siaran pers diterima hidayatullah.com.
Dalam kesempatan itu, turut hadir Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Usamah Muhammad Al-Syu’aiby, Wakil Rektor Universitas Imam Urusan Pertukaran Ilmu Pengetahuan dan Kerja Sama Internasional Dr Muhammad Said Al-Alam, dan sejumlah ulama Indonesia.
Baca: Sambut Ramadhan, Persatuan Ulama Ajak Masyarakat Muslim Saling Memaafkan
Kunjungan Prof Sulaiman ke Indonesia antara lain dalam rangka meresmikan cabang Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) di Medan, Surabaya, dan Makassar. Ia memulai lawatannya di Indonesia sejak Ahad (09/04/2017)
Selain itu, ia juga menjajaki kemungkinan pendirian lembaga-lembaga pendidikan di sejumlah daerah lainnya. Dalam rangkaian kunjungannya ini pula, Prof Sulaiman bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi pemerintahan Republik Indonesia, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).* Ali Muhtadin