Hidayatullah.com– Sejumlah santri SMP di Depok yang menjadi korban terseret ombak di Pantai Cidora Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Jawa Barat, semuanya telah ditemukan.
Korban terakhir, Muhammad Syaifullah Abdul Aziz, 15 tahun, ditemukan pada Jumat (19/05/2017) sekitar pukul 11.45 WIB.
“Ditemukan oleh Tim SAR Gabungan,” lapor Ketua Tim Search And Rescue Nasional Hidayatullah (SARHid) Syaharuddin kepada hidayatullah.com.
Syaifullah ditemukan tepatnya di Desa Glembongan, Caringin, sekitar 3 kilometer ke arah utara dari lokasi kejadian pada Selasa (16/05/2017) lalu itu.
Pencarian tersebut berlangsung di bawah koordinasi Badan SAR Nasional (Basarnas) dan dipimpin oleh Kepala Kantor SAR Jawa Barat Slamet Riyadi.
Pencarian yang memakan waktu sekitar tiga hari itu mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Berdasarkan data dari lapangan, pencarian para korban itu melibatkan banyak unsur dan ratusan orang. Yaitu, Basarnas yang menerjunkan sebanyak 15 personel, lalu Polairud dengan 7 orang personel, BPBD (2 orang), Koramil (3 orang), Polsek (4 orang), Tagana (5 orang), serta Balawisata (10 orang).
Kemudian, Tim SARHid menurunkan sejumlah 20 orang, Dinas Kesehatan mengirimkan 4 orang, Dinas Perhubungan (2 orang), Pokmaswas (5 orang), relawan nelayan (10 orang), GSMB Bandung (3 orang), Ditpolair Polda Jabar (9 orang), dan SAR Universitas Padjadjaran (3 orang).
Terpisah, Kepala Kantor SAR Jawa Barat Slamet Riyadi menilai Tim SAR Gabungan bekerja dengan baik, saling bahu-membahu dalam rangka operasi SAR itu.
“Kami atas nama Pimpinan Kantor SAR Bandung Jabar mengucapkan terima kasih kepada Satpolair, Polsek, Dirpolair, Koramil, Pemda/BPBD, potensi SAR (SAR Hidayatullah, SAR UNPAD, nelayan, PMI, Tagana, unsur masyarakat, dan organsisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan),” ujarnya dalam perjalanan pulang dari Pantai Cidora Rancabuaya kepada hidayatullah.com, Jumat sore saat dihubungi.
Baca: Perkuat Mujahadah, Tim Pencari Korban di Pantai Garut Shalat Tahajud
Urutan Penemuan Korban
Berdasarkan informasi terbaru dihimpun media ini dari Tim SAR, empat korban pertama ditemukan di arah barat dari lokasi kejadian (TKP), sedangkan satu korban terakhir di arah utaranya.
Diurutkan berdasarkan waktu penemuannya, kelima santri yang ditemukan dalam kondisi nyawanya tak terselamatkan itu, pertama, Muhammad Faisal Ramadhana. Ia ditemukan pada Rabu (17/05/2017) sekitar pukul 14.50 WIB, sejauh sekitar 5 kilometer dari TKP.
Jenazah pria kelahiran Makassar, 18 Maret 2001 ini lalu dipulangkan ke rumahnya di Jl Setu Baru Perum Alam, Sukmajaya, Depok.
Baca: Kisah Tim SAR Hidayatullah Mencari Santri Terseret Ombak di Pantai Garut
Kedua, Khalid Abdullah Hasan, ditemukan pada Rabu sekitar pukul 16.00 WIB, dalam radius sekitar 7 kilometer dari TKP. Pria kelahiran Bekasi, 10 Juli 2002 ini disemayamkan di rumahnya di Perum Harapan Baru I, Kota Bekasi.
Kemudian, Rijal Amrullah, ditemukan pada Rabu itu sekitar pukul 17.00 WIB, pada jarak sekitar 3 kilometer dari TKP. Santri kelahiran Jakarta, 15 Juli 2002 ini lalu dipulangkan ke rumah duka di Jl Sawah Darat, Ketapang, Cipondoh, Tangerang, Banten.
Selanjutnya, Wisnu Dwi Airlangga, ditemukan pada Kamis (18/05/2017) sekitar pukul 04.55 WIB, pada jarak sekitar 2 km dari TKP. Pelajar kelahiran Bogor, 20 Agustus 2002 ini pun dibawa ke rumahnya di Jl Masjid Al-Istiqamah Pondok Cina, Beji, Depok.
Terakhir, Syaifullah, ditemukan pada Jumat siang sekitar pukul 11.45 WIB. Santri kelahiran Bandung, 18 Februari 2002 ini lalu dibawa dengan ambulans Baitul Maal Hidayatullah (BMH) ke rumahnya, di Kompleks Cipaganti Graha II, Ujung Berung, Cigending, Bandung.

Baca: Terkait Santri Terseret Ombak di Garut, Hidayatullah Depok Lakukan Upaya Maksimal
Keluarga besar Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Depok menyampaikan apresiasi dan terima kasih setulus-tulusnya, kepada semua pihak yang telah terlibat membantu proses pencarian itu.
“Terkhusus kepada orangtua/wali murid yang telah berbesar hati penuh ketegaran dan kesabaran menghadapi ujian musibah tak terduga ini,” ujar Sekretaris Yayasan yang membawahi SMP itu, Iwan Ruswanda.
Selain yang disebutkan di atas, apresiasi juga disampaikan kepada Laznas BMH, DPD Hidayatullah Bandung, DPD Hidayatullah Bekasi, IMS, serta warga dan nelayan di sekitar pantai.
Diberitakan hidayatullah.com sebelumnya, sejak Senin (15/05/2017) pekan ini, 23 orang santri SMP Integral Hidayatullah Depok bersama sejumlah pendamping menggelar rihlah di Pantai Cidora Rancabuaya pasca Ujian Nasional 2017.
Besoknya, Selasa sekitar pukul 16.00 WIB, tak disangka-sangka 13 santri yang sedang bermain-main di kawasan pantai yang sedang surut airnya tiba-tiba dihantam ombak besar. Sebanyak 8 santri berhasil menyelamatkan diri, sementara 5 lainnya terseret ombak dan hilang.
Baca: Sebelum Terseret Ombak di Garut, Santri SMP Diakui Tidak Sedang Berenang
Pihak Yayasan menyatakan sangat-sangat berduka dan berempati atas terjadinya musibah yang tak terduga ini.
“Kami berdoa semoga kita selalu dalam naungan perlindungan dan dan pertolongan Allah Ta’ala sehingga kita dapat bersabar dan pulih dari ujian berat ini,” ujar Iwan.*