Hidayatullah.com– Ketua Pengurus Pusat Ikatan Alumni Santri Sidogiri (PP IASS), Achmad Sa’dullah Abd Alim, mengatakan, pendidikan diniyah telah banyak melahirkan para tokoh berpengaruh yang turut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI.
Di antaranya, sebutnya, Pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari, Pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, serta Pangeran Diponegoro, Panglima Besar Jenderal Sudirman, dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama Prof Dr KH Abdul Malik Karim Amrullah (Buya Hamka).
“Oleh karena itu eksistensinya (pendidikan diniyah) patut dilestarikan,” ujar Achmad di Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur, belum lama ini.
Baca: Kerja Sama Sekolah-Madrasah-Pesantren Dinilai akan Menambah Jam Pelajaran Agama
Hal itu ia sampaikan menyikapi terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang akan diperkuat dengan Peraturan Presiden.
Ia menjelaskan, sila pertama dari Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa” menyiratkan, Indonesia adalah negara yang berdasarkan agama. “Sehingga pendidikan agama wajib tetap dilestarikan,” ujarnya.
Baca: Kemenag: Pendidikan Agama Sebagai Benteng Penangkal Narkoba
Di samping itu, tambahnya, UU Sisdiknas No 20 Tahun 2003 juga telah mengamanatkan untuk menyelenggarakan pendidikan keagamaan yang salah satunya adalah pendidikan diniyah.
“Pendidikan madrasah diniyah ini telah terbukti berjasa mencetak generasi bangsa yang agamis dan setia pada NKRI,” ungkapnya dalam rilisnya diterima hidayatullah.com.
IASS pun menyatakan akan terus mengawal eksistensi pendidikan agama dan diniyah, yang kata dia, sudah terbukti mampu meningkatkan nilai spiritual dan akhlakul karimah.
Diberitakan media ini sebelumnya, menurut Achmad, IASS mengambil sikap tegas menolak kebijakan pemerintah itu. Karena dinilai berpotensi kuat akan mematikan madrasah diniyah yang banyak terdapat di Indonesia.
Permendikbud “Hari Sekolah” itu, menurut IASS, juga berpotensi menghapus Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam yang dinilai justru bertentangan dengan Penguatan Pendidikan Karakter seperti yang diinginkan oleh pemerintah.
Penjelasan Kemendikbud
Sebelumnya, lansir hidayatullah.com, Kamis (15/06/2017 ), Kemdikbud menampik adanya pemberitaan yang menyebutkan bahwa Kemdikbud akan meniadakan pendidikan agama di sekolah.
Menurut Kemdikbud, upaya untuk meniadakan pendidikan agama tidak ada di dalam agenda reformasi sekolah sesuai arahan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.
Baca: Penjelasan Kemendikbud Soal Pendidikan Agama di Sekolah
“Justru pendidikan keagamaan yang selama ini dirasa kurang dalam jam pelajaran pendidikan agama akan semakin diperkuat melalui kegiatan ekstrakurikuler,” ujarnya Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemdikbud Ari Santoso.*